HomeGaya HidupKota Paling Toleran di RI: Salatiga, Singkawang, Semarang, Solo Tergeser

Kota Paling Toleran di RI: Salatiga, Singkawang, Semarang, Solo Tergeser

Published on

spot_img

 2,193 total views

SOLO – SETARA Institute kembali merilis Indeks Kota Toleran (IKT) 2024, sebuah studi pengukuran kinerja kota dalam mengelola keberagaman, toleransi, dan inklusi sosial di Indonesia.

Pada tahun ini, Kota Salatiga, Jawa Tengah, berhasil menduduki peringkat pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia dengan skor 6,544, diikuti oleh Kota Singkawang, Kalimantan Barat (6,420), dan Kota Semarang, Jawa Tengah (6,356).

Peringkat ini menunjukkan komitmen ketiga kota tersebut dalam membangun ekosistem toleransi melalui kepemimpinan politik, sosial, dan birokrasi yang kuat.

Peringkat 10 Besar Kota Paling Toleran 2024

Berdasarkan laporan SETARA Institute, berikut adalah daftar 10 kota paling toleran di Indonesia untuk tahun 2024, di luar tiga besar (Salatiga, Singkawang, Semarang):

  • Magelang, Jawa Tengah – Skor: 6,248
  • Pematang Siantar, Sumatera Utara – Skor: 6,115
  • Sukabumi, Jawa Barat – Skor: 5,968
  • Bekasi, Jawa Barat – Skor: 5,939
  • Kediri, Jawa Timur – Skor: 5,925
  • Manado, Sulawesi Utara – Skor: 5,912
  • Kupang, Nusa Tenggara Timur – Skor: 5,853

Daftar ini mencerminkan kota-kota yang berhasil menunjukkan praktik baik dalam pengelolaan toleransi, termasuk melalui regulasi pemerintah, tindakan nyata, dan dinamika masyarakat sipil.

Salatiga, misalnya, mendapatkan pengakuan atas inovasi berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Toleransi Bermasyarakat dan Penanganan Konflik Sosial, yang menjadi model promotif untuk toleransi.

Solo Tergelincir dari Daftar 10 Besar

Kota Surakarta (Solo), yang pada IKT 2023 masih berada di peringkat ke-10 dengan skor 5,800, tidak masuk dalam daftar 10 besar kota paling toleran pada 2024.

Pada tahun sebelumnya, Solo sempat menempati peringkat keempat pada IKT 2022 dengan skor 5,883, namun mengalami penurunan peringkat pada 2023 akibat kasus intoleransi, seperti kasus Gereja Kristen Jawa (GKJ) Nusukan yang belum terselesaikan.

Kasus ini dinilai sebagai peristiwa besar yang memengaruhi skor toleransi kota tersebut. Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, menegaskan bahwa meskipun Solo memiliki potensi besar, kasus-kasus seperti ini dapat membuat kota tergelincir dari daftar teratas.

Faktor Penilaian Indeks Kota Toleran

IKT 2024 menggunakan empat variabel utama dengan delapan indikator penilaian, yaitu:

  1. Rencana Pembangunan (RPJMD dan produk hukum pendukung).
  2. Kebijakan Pemerintah Kota (promotif dan diskriminatif terkait toleransi).
  3. Peristiwa Intoleransi.
  4. Dinamika Masyarakat Sipil.
  5. Pernyataan Pejabat Kunci.
  6. Tindakan Nyata Terkait Toleransi.
  7. Heterogenitas Keagamaan Penduduk.

Inklusi Sosial Keagamaan

Kota-kota seperti Salatiga, Singkawang, dan Semarang berhasil menonjol karena kemampuan mereka memenuhi kriteria ini, termasuk kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.

Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menyoroti bahwa indeks ini mendorong kota-kota untuk terus berbenah, dengan dampak nyata pada perencanaan pembangunan yang inklusif dan pencegahan intoleransi.

Makna dan Dampak IKT 2024

Rilis IKT 2024, yang diumumkan pada 27 Mei 2025 di Jakarta, tidak hanya menjadi cerminan kinerja kota tetapi juga kebutuhan nasional untuk memperkuat toleransi sebagai fondasi Indonesia menuju visi 2045.

Ismail Hasani menegaskan bahwa IKT bukan hanya kebutuhan SETARA Institute, melainkan kebutuhan Republik untuk membangun harmoni sosial.

Kota-kota yang masuk daftar teratas menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi kebijakan promotif dan memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Meskipun Solo tidak masuk dalam 10 besar tahun ini, pencapaian kota-kota seperti Salatiga, Singkawang, dan Semarang menunjukkan bahwa Jawa Tengah tetap menjadi wilayah dengan komitmen kuat terhadap toleransi.

Diharapkan, kota-kota lain, termasuk Solo, dapat belajar dari praktik baik ini untuk kembali meraih posisi teratas di masa depan.

 

 

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...