HomeTrending11 WNA Jadi Leader Sindikat Scam Internasional di Solo Baru, Raup Miliaran...

11 WNA Jadi Leader Sindikat Scam Internasional di Solo Baru, Raup Miliaran Rupiah dari Korban

Published on

spot_img

 332 total views

INNNEWS – Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah membongkar praktik penipuan daring atau scam internasional yang beroperasi di kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menemukan adanya keterlibatan 11 warga negara asing (WNA) yang diduga berperan sebagai leader dan pengatur strategi pemasaran penipuan digital berskala internasional.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah kantor yang berkedok perusahaan konsultan digital. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, aparat kepolisian menemukan bahwa tempat tersebut ternyata menjadi pusat operasi penipuan online dengan modus investasi dan hubungan asmara palsu atau love scamming.

Sindikat tersebut disebut memiliki sistem kerja yang terstruktur layaknya perusahaan profesional. Para pelaku dibagi ke dalam beberapa tim, mulai dari leader, marketing, hingga operator yang bertugas mencari dan memengaruhi calon korban melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Para korban kemudian diarahkan untuk melakukan investasi pada platform palsu yang telah disiapkan pelaku.

Dari hasil penyelidikan sementara, sindikat ini diduga berhasil meraup keuntungan hingga sekitar Rp4,1 miliar dari berbagai korban, termasuk korban dari luar negeri. Polisi juga menyita ratusan barang bukti berupa komputer, ponsel, dokumen, rekening bank, hingga perangkat pendukung operasional lainnya. ([Facebook][1])

Kabid Humas Polda Jawa Tengah menjelaskan bahwa para WNA yang terlibat memiliki peran penting dalam mengatur jalannya operasi penipuan. Mereka diduga memberikan pelatihan kepada operator lokal mengenai teknik komunikasi, manipulasi psikologis, hingga cara membangun kepercayaan korban agar bersedia mengirimkan uang.

Selain menggunakan modus investasi kripto palsu, para pelaku juga memanfaatkan pendekatan emosional dengan menjalin hubungan secara virtual kepada korban. Setelah korban percaya, pelaku kemudian meminta transfer dana dengan berbagai alasan, mulai dari investasi hingga kebutuhan pribadi mendesak.

Saat ini, polisi masih terus melakukan pengembangan kasus untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan internasional lain yang terhubung dengan operasi tersebut. Aparat juga berkoordinasi dengan pihak imigrasi serta lembaga internasional terkait status para WNA yang diamankan.

Polda Jawa Tengah mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan keuntungan tidak masuk akal maupun hubungan pertemanan daring yang mengarah pada permintaan uang. Masyarakat juga diminta untuk selalu memverifikasi legalitas platform investasi sebelum melakukan transaksi digital.

Artikel Terbaru

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

PM Singapura Lawrence Wong: Singapura Sangat Percaya pada Masa Depan Indonesia

INNNEWS – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan keyakinan kuat Singapura terhadap masa depan Indonesia....

artikel yang mirip

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...