28 total views
INNNEWS-Kasus dugaan penipuan yang dilakukan seorang wedding organizer (WO) di Jakarta Timur menjadi sorotan setelah sejumlah calon pengantin mengaku mengalami kerugian besar menjelang hari bahagia mereka. Gelagat mencurigakan dari pihak WO ternyata sudah mulai dirasakan para korban beberapa hari sebelum acara pernikahan digelar.
Salah satu korban mengungkapkan bahwa pihak WO awalnya terlihat profesional dan aktif berkomunikasi sejak awal proses pemesanan. Namun, mendekati hari pernikahan, komunikasi mulai sulit dilakukan. Pesan dari klien sering kali tidak dibalas, sementara panggilan telepon jarang diangkat.
Kecurigaan para calon pengantin semakin meningkat ketika vendor-vendor yang seharusnya bekerja sama dalam acara pernikahan mengaku belum menerima pembayaran dari pihak WO. Padahal, para korban telah melunasi biaya paket pernikahan jauh sebelumnya.
“Awalnya kami percaya karena semua terlihat meyakinkan. Tapi makin dekat ke hari H, respons mereka makin aneh dan sulit dihubungi,” ujar salah satu korban.
Tidak hanya itu, beberapa korban juga mengaku sempat melihat gelagat tidak biasa dari pengelola WO. Mereka disebut kerap memberikan alasan berubah-ubah terkait persiapan acara. Bahkan, ada korban yang mendatangi kantor WO dan mendapati lokasi tersebut dalam keadaan tutup.
Situasi menjadi semakin panik ketika dekorasi, katering, hingga dokumentasi pernikahan terancam batal disiapkan. Para calon pengantin akhirnya berusaha menghubungi vendor secara langsung untuk memastikan keberlangsungan acara mereka.
Beberapa vendor kemudian mengaku belum menerima pelunasan dari WO meski klien telah membayar penuh. Kondisi ini membuat sejumlah pasangan harus mengeluarkan biaya tambahan demi menyelamatkan acara pernikahan yang tinggal menghitung hari.
Kasus ini pun ramai diperbincangkan di media sosial setelah beberapa korban membagikan pengalaman mereka. Banyak warganet merasa prihatin karena pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi penuh tekanan dan kepanikan.
Pihak kepolisian disebut telah menerima laporan dari sejumlah korban terkait dugaan penipuan tersebut. Aparat kini tengah melakukan penyelidikan untuk menelusuri keberadaan pengelola WO dan menghitung total kerugian yang dialami para korban.
Masyarakat pun diimbau lebih berhati-hati dalam memilih jasa wedding organizer. Calon pengantin disarankan untuk memastikan legalitas usaha, melihat rekam jejak vendor, serta tidak mudah tergiur harga murah yang tidak masuk akal.
Hingga kini, para korban masih berharap uang mereka dapat kembali dan pihak yang bertanggung jawab segera diproses secara hukum.


