1,659 total views
INN INTERNASIONAL, YERUSALEM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memberikan peringatan tajam kepada komunitas internasional bahwa keruntuhan Israel akan membawa konsekuensi global yang luas.
Dalam pidatonya resminya seperti diberitakan The Guardian pasca-serangan besar terhadap Iran, Netanyahu menggambarkan Israel sebagai “benteng nilai-nilai demokrasi dan stabilitas global.”
“Jika Israel runtuh, bukan hanya kami yang akan kehilangan. Dunia pun akan terguncang. Kami adalah benteng terakhir di kawasan yang penuh kekacauan ini,” ujar Netanyahu.
Pidato ini muncul sehari setelah serangan militer Israel terhadap Iran yang disebut sebagai Operation Rising Lion. Serangan itu menargetkan situs nuklir Iran di Fordow dan fasilitas militer lainnya.
Netanyahu menyebut operasi tersebut sebagai “awal dari perubahan” dan bukan sekadar balasan.
Iran, melalui media resminya, menyatakan bahwa mereka akan membalas “dengan kekuatan penuh.”
Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan:
“Kami bukan hanya melindungi rakyat kami. Kami melindungi dunia dari kebangkitan kekuatan totalitarian yang akan mengancam perdamaian global.”
Retorika ini mencerminkan upaya Netanyahu untuk memperkuat dukungan internasional, khususnya dari negara-negara Barat, dengan menekankan bahwa Israel adalah mitra strategis penting dalam mempertahankan tatanan dunia yang berbasis demokrasi.
Pemerintah Amerika Serikat, meskipun tidak secara eksplisit mendukung operasi militer Israel, menyatakan bahwa “Israel memiliki hak untuk membela diri.” Beberapa negara Eropa menyerukan de-eskalasi dan dialog damai.


