HomeGlobalNetanyahu: Kematian Ayatollah Khamenei Bisa Akhiri Konflik Israel-Iran, Ini Respon Dunia

Netanyahu: Kematian Ayatollah Khamenei Bisa Akhiri Konflik Israel-Iran, Ini Respon Dunia

Published on

spot_img

 2,796 total views

INN INTERNASIONAL, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memicu perhatian dunia dengan pernyataannya yang kontroversial terkait konflik berkepanjangan antara Israel dan Iran.

Dalam wawancara eksklusif dengan ABC News pada Senin, 16 Juni 2025, Netanyahu menyatakan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dapat menjadi solusi untuk mengakhiri konflik antara Teheran dan Tel Aviv.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer antara kedua negara, yang telah memasuki hari ketiga pertempuran sengit dengan serangan rudal dan drone dari kedua belah pihak.

Latar Belakang Konflik

Konflik antara Israel dan Iran memanas sejak Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran pada Jumat, 13 Juni 2025. Israel mengklaim serangan tersebut bersifat pre-emptive untuk mencegah Iran mencapai kemampuan nuklir yang dianggap sebagai ancaman eksistensial.

Sebagai respons, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan signifikan di kota-kota seperti Tel Aviv dan Haifa. Menurut laporan, sedikitnya 24 orang tewas di Israel, sementara Iran melaporkan 224 korban jiwa akibat serangan Israel, dengan mayoritas adalah warga sipil.

Pernyataan Kontroversial Netanyahu

Dalam wawancara dengan ABC News, Netanyahu menanggapi laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memveto rencana Israel untuk membunuh Ayatollah Khamenei, dengan alasan bahwa tindakan tersebut dapat memperburuk konflik.

Namun, Netanyahu dengan tegas menyatakan, “Ini tidak akan memperburuk konflik, ini akan mengakhiri konflik.” Ia menambahkan bahwa rezim Iran di bawah kepemimpinan Khamenei telah menyebarkan teror dan ketidakstabilan di Timur Tengah selama setengah abad, termasuk menyerang fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi dan mendukung kelompok-kelompok militan seperti Hezbollah dan Hamas.

Netanyahu juga menyebut para ilmuwan nuklir Iran sebagai “tim nuklir Hitler,” menegaskan bahwa serangan Israel terhadap para ilmuwan dan fasilitas nuklir Iran adalah demi kepentingan dunia.

“Hari ini adalah Tel Aviv, besok bisa jadi New York. Saya memahami ‘America First’, tapi saya tidak memahami ‘America Dead’,” ujarnya, menekankan bahwa tindakan Israel adalah untuk mencegah ancaman global yang lebih besar.

Reaksi Dunia dan Penolakan Trump

Pernyataan Netanyahu menuai reaksi beragam. Presiden Trump, yang disebut sebagai “sahabat terbesar Israel” oleh Netanyahu, dilaporkan menolak rencana pembunuhan Khamenei karena khawatir tindakan tersebut akan memicu eskalasi konflik yang tidak terkendali.

Menurut laporan Reuters, Trump menyatakan bahwa AS tidak akan mendukung pembunuhan pemimpin politik Iran kecuali Iran melakukan serangan langsung terhadap warga Amerika.

“Apakah Iran sudah membunuh warga Amerika? Belum. Sampai itu terjadi, kita tidak akan membahas pembunuhan pemimpin politik,” kata seorang pejabat senior AS.

Sementara itu, Iran mengecam keras serangan Israel dan ancaman terhadap Khamenei. Dalam pidato di Teheran pada Jumat, 13 Juni 2025, Ayatollah Khamenei bersumpah untuk “bertindak tegas” dan membalas serangan Israel yang menewaskan beberapa jenderal senior dan ilmuwan nuklir Iran.

Ia menyebut serangan Israel sebagai “kejahatan besar” dan menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.

Upaya Diplomasi dan Eskalasi Militer

Di tengah meningkatnya ketegangan, upaya diplomatik untuk meredakan konflik tampaknya menemui jalan buntu. Pertemuan negosiasi nuklir antara AS dan Iran yang dijadwalkan pada Minggu, 15 Juni 2025, dibatalkan setelah Iran menyatakan tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan serangan Israel.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran akan terus “menghancurkan” Israel sampai serangan terhadap negaranya dihentikan.

Sementara itu, komunitas internasional mendesak de-eskalasi. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyerukan solusi diplomatik dan menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga memperingatkan bahwa konflik ini dapat menyebabkan kerusakan ekonomi dan kemanusiaan yang tidak dapat dipulihkan bagi kedua belah pihak.

Dampak dan Spekulasi

Pernyataan Netanyahu bahwa pembunuhan Khamenei dapat mengakhiri konflik menuai skeptisisme dari sejumlah analis. Ian Bremmer, presiden Eurasia Group, menyatakan bahwa menghilangkan Khamenei tidak akan secara otomatis mengakhiri konflik, karena kebijakan Iran lebih banyak ditentukan oleh militer, bukan hanya figur pemimpin tertinggi.

Ia juga menegaskan bahwa perubahan rezim di Iran lebih mungkin terjadi melalui perjuangan rakyat Iran sendiri, bukan intervensi asing.

Sementara itu, serangan Israel yang menargetkan fasilitas nuklir, pangkalan militer, dan bahkan kilang minyak Iran telah meningkatkan ketegangan di kawasan.

Laporan satelit menunjukkan kerusakan parah pada fasilitas nuklir Natanz, yang dapat memperlambat program nuklir Iran, meskipun beberapa ahli memperingatkan bahwa Iran masih mungkin mempertahankan sebagian kemampuan nuklirnya.

 

Artikel Terbaru

Misteri Ijazah Jokowi Kembali Menguap, Ada yang Sengaja Biarkan Terus Dibicarakan?

INNNEWS – Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengabulkan eksepsi Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter...

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

artikel yang mirip

Misteri Ijazah Jokowi Kembali Menguap, Ada yang Sengaja Biarkan Terus Dibicarakan?

INNNEWS – Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengabulkan eksepsi Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter...

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...