HomeGlobalPuluhan Ribu Orang Turun ke London Setelah Charlie Kirk Dibunuh

Puluhan Ribu Orang Turun ke London Setelah Charlie Kirk Dibunuh

Published on

spot_img

 805 total views

INN INTERNASIONAL — Puluhan ribu orang memadati pusat Kota London, Sabtu (13/9/2025), dalam aksi bertajuk “Unite the Kingdom” sebagai respon atas kematian Charlie Kirk.

Polisi memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 110.000 orang, menjadikannya salah satu unjuk rasa sayap kanan terbesar di Inggris dalam beberapa dekade terakhir.

Massa membawa bendera Union Jack dan St George’s Cross serta meneriakkan yel-yel nasionalis seperti “Whose street? Our street” dan “The people united will never be defeated”. Mereka juga terlihat membawa salib yang bertuliskan nama Charlie Kirk.

Sayangnya meski sebelumnya sudah dihimbau agar peserta tidak memakai masker, mengonsumsi alkohol, ataupun bertindak anarkis, bentrokan tetap pecah.

Polisi melaporkan sejumlah pendemo melempari aparat dengan botol dan benda keras saat mencoba menerobos barikade menuju area steril yang dipasang untuk memisahkan mereka dari aksi tandingan.

Sedikitnya 26 polisi dilaporkan terluka, termasuk empat orang dengan luka serius seperti gegar otak dan cedera wajah. Pihak berwenang juga menahan sekitar 25 orang terkait tindak kekerasan dan kerusakan fasilitas umum.

Situasi berubah menjadi tidak kondusif karena “Stand Up to Racism” menggelar aksi tandingan dengan jumlah peserta sekitar 5.000 orang. Mereka menyerukan solidaritas terhadap pengungsi dan menolak retorika xenofobia. “Refugees are welcome here,” demikian salah satu yel-yel yang disuarakan massa.

Pemerintah Inggris mengecam kekerasan dalam aksi tersebut.

Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat harus dijalankan secara damai, tanpa intimidasi ataupun serangan terhadap aparat.

Menteri Dalam Negeri juga memastikan pihaknya akan menindak tegas pelaku kekerasan.

Sejumlah politisi menilai besarnya jumlah peserta menjadi peringatan bagi pemerintah.

Menteri Bisnis Peter Kyle menyebut unjuk rasa itu sebagai “klaxon call”, tanda peringatan bahwa isu imigrasi dan ketegangan sosial harus segera direspons dengan serius oleh para pengambil kebijakan.

Insiden ini menegaskan menguatnya sentimen nasionalis di Inggris, seiring naiknya elektabilitas Reform UK, partai yang dipimpin Nigel Farage, dalam berbagai survei. Isu imigrasi dan identitas nasional diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama menjelang pemilu mendatang.

Artikel Terbaru

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...

artikel yang mirip

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...