HomeTrendingDinas Pendidikan Surakarta Jemput Bola Atasi Anak Putus Sekolah

Dinas Pendidikan Surakarta Jemput Bola Atasi Anak Putus Sekolah

Published on

spot_img

 1,003 total views

INN News – Dinas Pendidikan Kota Surakarta mengambil langkah proaktif untuk menekan angka anak putus sekolah yang hingga kini masih menjadi tantangan serius dunia pendidikan. Melalui strategi jemput bola, dinas mengerahkan tim lapangan bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Surakarta untuk mencari, mendata, sekaligus mengajak anak-anak yang terhenti pendidikannya agar kembali bersekolah.

Tim jemput bola ini tidak hanya mendatangi rumah-rumah, tetapi juga melakukan pendekatan langsung kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Melalui koordinasi dengan kelurahan, RT/RW, serta lembaga sosial, mereka memastikan setiap anak memiliki kesempatan kedua untuk melanjutkan pendidikan.

Kepala Bidang Pendidikan Paud & Non Formal Dinas Pendidikan Surakarta, Ibu Dra. Hesti Dwi Saptaningtyas, M.T, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menangani permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS). “Kami menerapkan sistem jemput bola dengan melakukan penelusuran ke wilayah-wilayah kelurahan untuk mengidentifikasi anak-anak yang tidak bersekolah atau telah putus sekolah,” ujarnya.

Menurut beliau, dengan pendekatan langsung ke lapangan, pemerintah dapat mengetahui kondisi dan kebutuhan anak-anak secara nyata, sehingga solusi yang diberikan lebih tepat sasaran. Program ini juga melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga organisasi masyarakat sipil agar jangkauan pendidikan merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Dinas Pendidikan juga menegaskan bahwa langkah jemput bola ini merupakan bagian dari komitmen Surakarta mewujudkan pendidikan inklusif dan berkeadilan. “Tidak ada anak yang boleh tertinggal. Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia,” tegas Kepala Bidang Pendidikan Paud dan Non Formal Surakarta.

Dari hasil penelusuran, ada beberapa anak yang bersedia kembali bersekolah. Bahkan bukan hanya anak tidak sekolah maupun putus sekolah. Ada pula dewasa tidak sekolah yang kembali bersekolah. Bapak Darsono (50) dari kelurahan Semanggi justru bersemangat dan mengikuti program jemput bola ini.

Pak Darsono saat ini hanya mempunyai ijazah lulusan SMP saja. Dengan adanya program jemput bola ini, ia berharap dapat melanjutkan sekolah hingga SMA. Mendapatkan Ijazah setara SMA sudah lama diinginkan oleh beliau, namun kendala ekonomi selalu menjadi hambatan.

Anak putus sekolah memang masih menjadi tantangan besar pendidikan Indonesia. Namun, inisiatif gotong royong dan jemput bola menunjukkan optimisme bahwa masalah ini bisa diatasi bersama.

 

Artikel Terbaru

Bunda PAUD Solo Luncurkan Program Sambang PAUD dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat

INNNEWS – Bunda PAUD Kota Solo, Venessa Winastesia, secara resmi meluncurkan dua program unggulan untuk...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun Jadi 51,1 Persen

INNNEWS– Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan. Hasil survei...

Rusia Keluarkan Surat Penangkapan Internasional terhadap Pendiri Telegram Pavel Durov

INNNEWS – Otoritas keamanan Rusia, Federal Security Service (FSB), secara resmi menuntut Pavel Durov, pendiri...

Pemerintah Alokasikan Rp5,9 Triliun untuk MagangHub dan Pelatihan Vokasi

INNNEWS – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp5,9 triliun untuk memperkuat...

artikel yang mirip

Bunda PAUD Solo Luncurkan Program Sambang PAUD dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat

INNNEWS – Bunda PAUD Kota Solo, Venessa Winastesia, secara resmi meluncurkan dua program unggulan untuk...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun Jadi 51,1 Persen

INNNEWS– Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan. Hasil survei...

Rusia Keluarkan Surat Penangkapan Internasional terhadap Pendiri Telegram Pavel Durov

INNNEWS – Otoritas keamanan Rusia, Federal Security Service (FSB), secara resmi menuntut Pavel Durov, pendiri...