HomeGlobalSerangan Brutal Kongo, Lebih 100 Orang Kristen Dibunuh dan Ratusan Disandera

Serangan Brutal Kongo, Lebih 100 Orang Kristen Dibunuh dan Ratusan Disandera

Published on

spot_img

 961 total views

INN NEWS — Sedikitnya 100 warga Kristen dilaporkan tewas dan ratusan lainnya disandera dalam serangkaian serangan brutal yang terjadi di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC) pada awal September 2025.

Serangan paling awal berlangsung pada 8 September di desa Ntoyo, North Kivu, ketika sekelompok warga menghadiri pemakaman. Sekitar 26 di antara mereka dibantai secara kejam oleh kelompok ekstremis, yang menggabungkan penembakan dan pembantaian dengan senjata tajam seperti golok.

Kelompok pelaku serangan diidentifikasi sebagai Allied Democratic Forces (ADF), sebuah kelompok Islam radikal yang dikaitkan dengan Negara Islam (ISIS). ADF diduga melakukan aksi kekerasan tak hanya di pemakaman tetapi juga menyerang komunitas lain selama dua hari berturut-turut.

Rev. Mbula Samaki melaporkan bahwa selain korban tewas, puluhan rumah, delapan sepeda motor, dan dua kendaraan dibakar oleh para pelaku. Korban tewas secara total di wilayah itu dilaporkan telah melebihi 70 orang dan lebih dari 100 warga Kristen ditawan.

Selain itu, di komunitas Petodu, para petani Kristen yang sedang berada di ladang atau dalam perjalanan pulang juga menjadi sasaran. Sebanyak 30 petani dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Akibat serangan ini, banyak warga terpaksa melarikan diri dari daerah terdampak. Gereja-gereja lokal berusaha menampung para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan, terutama pada masa panen, ketika warga semestinya mengumpulkan padi.

Organisasi Open Doors menyerukan agar pemerintah DRC dan mitra internasional segera meningkatkan langkah perlindungan warga sipil di wilayah timur negeri tersebut, khususnya dari kekerasan yang dilakukan oleh kelompok ADF.

Pembantaian kelompok Kristen yang terus terjadi seringkali luput dari perhatian masyarakat. Saat ini masyarakat Kristen menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kekerasan bahkan genosida.

 

 

Artikel Terbaru

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

PM Singapura Lawrence Wong: Singapura Sangat Percaya pada Masa Depan Indonesia

INNNEWS – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan keyakinan kuat Singapura terhadap masa depan Indonesia....

artikel yang mirip

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...