HomeGaya HidupLive In' SMP Pius Bakti Utama di Wonoharjo, Mujianto: Jadi Anak Mandiri...

Live In’ SMP Pius Bakti Utama di Wonoharjo, Mujianto: Jadi Anak Mandiri dan Jaga Alam

Published on

spot_img

 715 total views

Kebumen, innindonesia.com – SMP Pius Bakti Utama Kebumen menggelar kegiatan ‘Live In’ di Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokole, Kebumen.

‘Live In’ yang digelar pada 17-19 September 2025 ini diikuti 60 siswa dan delapan guru.

Kepala Wilayah 4 Desa Wonoharjo, Mujianto mengatakan, ‘Live In’ sendiri bertujuan untuk menanamkan nilai kesederhanaan hidup ke anak-anak sejak dini.

“Ya agar anak-anak belajar kehidupan sederhana di pedesaan yang jauh dari keramaian kota,” ucap Mujianto kepada innindonesia.com, Selasa (23/9/2025).

Ia mengatakan, tak hanya hidup sederhana, anak-anak juga dilatih menjadi mandiri dalam setiap proses bersama keluarga asuh mereka masing-masing.

“Supaya bisa menjadi anak yg mandiri dan bisa menjaga kelestarian alam,” terang Mujianto.

Ada berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan saat ‘Live In’ ini.

Mulai dari belajar membuat kerajinan piring lidi, belajar gamelan, trekking ke Bukit Dewa, hingga penanaman pohon kopi.

Anak-anak juga melakukan kegiatan keseharian mereka dengan keluarga asuh masing-masing.

Seperti memasak, mengepel, menyapu, bersih-bersih, mencari rumput pakan ternak, dan masih banyak lagi.

Di hari terakhir, para siswa juga memberikan kenang-kenangan untuk orang tua asuh mereka masing-masing.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.