HomeGlobalNetanyahu: "If you have a phone, you hold a piece of Israel"

Netanyahu: “If you have a phone, you hold a piece of Israel”

Published on

spot_img

 1,531 total views

INN INTERNASIONAL – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali membuat pernyataan yang mencuri perhatian dunia dalam pidatonya di sidang Dewan Keamanan PBB kemarin.

Dengan nada tegas dan penuh semangat, Netanyahu menyatakan, “Jika Anda punya ponsel, Anda memegang sebagian Israel.” Ungkapan ini, yang disampaikan di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, seolah menjadi metafora untuk kekuatan teknologi Israel yang telah meresap ke dalam kehidupan sehari-hari miliaran orang di seluruh dunia.

Pidato Netanyahu berlangsung di tengah eskalasi konflik di Gaza dan Lebanon, di mana Israel terus menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dari berbagai pihak.

Namun, alih-alih fokus pada isu militer, Netanyahu memilih sudut pandang yang unik: inovasi teknologi. Menurutnya, keberhasilan Israel dalam bidang high-tech bukan hanya soal ekonomi, tapi juga alasan mengapa dunia harus mendukung eksistensi negara Yahudi tersebut.”Jika Anda punya ponsel, Anda memegang sebagian Israel,” ujar Netanyahu sambil mengangkat ponselnya sendiri di depan para diplomat.

Pernyataan ini merujuk pada fakta bahwa banyak komponen kunci dalam smartphone modern – seperti chip prosesor, sensor kamera, dan teknologi keamanan siber – berasal dari perusahaan-perusahaan Israel.

Intel, misalnya, memiliki pabrik raksasa di Israel yang memproduksi chip untuk ponsel Android dan iPhone. Begitu pula dengan Mobileye, anak perusahaan Intel yang mengembangkan teknologi mobil otonom, atau NSO Group yang terkenal dengan spyware Pegasus-nya.

Netanyahu menekankan bahwa Israel bukan hanya negara kecil di Timur Tengah, tapi “startup nation” yang berkontribusi secara global.

“Kami tidak hanya bertahan hidup; kami membangun masa depan,” katanya, sambil menambahkan bahwa boikot terhadap Israel justru akan merugikan inovasi dunia.

Untuk memahami pernyataan Netanyahu, mari kita lihat bagaimana “sebagian Israel” ada di tangan Anda:

Chip dan Prosesor: Israel adalah pusat R&D Intel sejak 1974. Chip Intel di dalam ponsel Anda kemungkinan besar dirancang atau diproduksi di sana. Bahkan, Qualcomm juga bekerja sama dengan perusahaan Israel untuk teknologi 5G.

Keamanan Siber: Aplikasi seperti WhatsApp atau Zoom yang Anda gunakan sehari-hari dilindungi oleh algoritma enkripsi dari Check Point Software, perusahaan Israel. Tanpa ini, dunia digital akan lebih rentan terhadap serangan hacker.

Sensor dan Kamera: Teknologi autofocus dan stabilisasi gambar di kamera ponsel sering kali berasal dari Corephotonics, startup Israel yang diakuisisi Samsung.

Navigasi dan GPS: Waze, aplikasi navigasi populer milik Google, dibeli dari Israel pada 2013 dan masih dikelola oleh tim di Tel Aviv.

Data dari Kementerian Ekonomi Israel menunjukkan bahwa sektor tech menyumbang 18% dari PDB negara tersebut, dengan lebih dari 400 multinational company yang punya kantor di sana.

Netanyahu menggunakan ini untuk membantah narasi anti-Israel, dengan bertanya retoris: “Bagaimana jika dunia kehilangan kontribusi kami? Ponsel Anda akan jadi batu bata biasa.

Pernyataan Netanyahu langsung memicu perdebatan sengit di media sosial dan forum internasional.

Di X (sebelumnya Twitter), hashtag #PieceOfIsrael trending dengan ribuan posting.

Pendukungnya, termasuk tokoh-tokoh pro-Israel di AS, memuji sebagai “pengingat cerdas” atas kontribusi Yahudi. “Netanyahu benar – boikot Israel berarti boikot kemajuan,” tulis seorang pengguna.

Namun, kritik datang dari kelompok pro-Palestina. Organisasi seperti BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) menyebut pernyataan itu sebagai “diversi” dari isu kemanusiaan di Gaza.

“Mereka bicara chip sementara ribuan nyawa hilang,” kata juru bicara BDS. Beberapa analis juga menyoroti ironis: teknologi Israel yang canggih justru digunakan dalam pengawasan militer, seperti drone dan sistem Iron Dome.

Di PBB, perwakilan Arab Saudi dan Iran mengecam pidato itu sebagai “propaganda”, sementara AS, sekutu utama Israel, menyambut baik dengan pernyataan dukungan dari Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

Mengapa Ini Penting untuk Indonesia?

Bagi Indonesia, yang sedang gencar mengembangkan industri 4.0, pernyataan Netanyahu bisa jadi pelajaran.

Indonesia punya potensi besar di tech, tapi kerjasama dengan Israel – meski sensitif politik – bisa membuka pintu inovasi.

Beberapa perusahaan Indonesia sudah bekerja sama dengan startup Israel di bidang agritech dan fintech. Namun, isu Palestina tetap jadi penghalang utama.

Netanyahu menutup pidatonya dengan pesan damai: “Kami ingin hidup berdampingan, tapi damai dimulai dari pengakuan atas kontribusi kami.”

Apakah ungkapan “sebagian Israel di tangan Anda” akan mengubah persepsi global? Hanya waktu yang akan menjawab.

Artikel Terbaru

11 WNA Jadi Leader Sindikat Scam Internasional di Solo Baru, Raup Miliaran Rupiah dari Korban

INNNEWS – Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah membongkar praktik penipuan daring atau scam...

Jutaan Jemaah Haji Mulai Padati Arafah, Puncak Ibadah Haji Berlangsung Khidmat

INNNEWS - Jutaan jemaah haji dari berbagai negara mulai memadati Padang Arafah menjelang pelaksanaan...

Tim KELADATA UBSI Solo Lolos 50 Besar Ajang Riset Bergengsi Kota Surakarta

INNNEWS - Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan di Kota Surakarta. Tim KELADATA dari...

Gelagat Tak Beres WO Penipu Pengantin di Jaktim Mulai Terlihat Jelang Hari Pernikahan

INNNEWS-Kasus dugaan penipuan yang dilakukan seorang wedding organizer (WO) di Jakarta Timur menjadi sorotan...

artikel yang mirip

11 WNA Jadi Leader Sindikat Scam Internasional di Solo Baru, Raup Miliaran Rupiah dari Korban

INNNEWS – Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah membongkar praktik penipuan daring atau scam...

Jutaan Jemaah Haji Mulai Padati Arafah, Puncak Ibadah Haji Berlangsung Khidmat

INNNEWS - Jutaan jemaah haji dari berbagai negara mulai memadati Padang Arafah menjelang pelaksanaan...

Tim KELADATA UBSI Solo Lolos 50 Besar Ajang Riset Bergengsi Kota Surakarta

INNNEWS - Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan di Kota Surakarta. Tim KELADATA dari...