381 total views
INNNEWS— Dalam upaya melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi, PKK Kelurahan Danukusuman menggelar Pelatihan Menulis Aksara Jawa bagi anak-anak dan para ibu PKK. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi ini disambut dengan antusias oleh peserta yang memenuhi balai kelurahan.
Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aksara Jawa sebagai bagian dari identitas budaya. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak mengenal bentuk, cara penulisan, serta makna aksara Jawa yang selama ini mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Motivasi utama kami mengadakan kegiatan ini adalah untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa, khususnya aksara Jawa. Kami ingin masyarakat, baik anak-anak maupun para ibu PKK, memiliki kemampuan menulis aksara Jawa dan semakin mencintai warisan budayanya,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Pelestarian aksara Jawa dinilai sangat penting bagi generasi muda. Dengan mempelajari aksara Jawa, anak-anak dapat memahami akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang. “Aksara Jawa bukan sekadar tulisan, tetapi simbol jati diri dan kebanggaan budaya,” tambahnya.
Namun, di tengah kemajuan teknologi dan dominasi media digital, upaya mengenalkan kembali aksara Jawa bukan tanpa tantangan. Minimnya minat dan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, menjadi hambatan utama. Selain itu, keterbatasan sumber belajar dan fasilitas pendukung turut memperlambat proses revitalisasi aksara Jawa di kalangan masyarakat.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para peserta. Mereka tampak antusias mencoba menulis huruf demi huruf aksara Jawa, bahkan beberapa anak dengan bangga memperlihatkan hasil tulisannya kepada instruktur.
Peserta diahrpakn tidak hanya memahami dan menghargai aksara Jawa, tetapi juga mampu menularkannya kepada anak-anak dan generasi muda lainnya. Dengan begitu, budaya Jawa akan tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, PKK Kelurahan Danukusuman menunjukkan bahwa melestarikan budaya tidak harus selalu melalui hal besar, cukup dengan menulis aksara Jawa, kita sudah ikut menjaga warisan leluhur yang bernilai tinggi.


