HomeTrendingBanjir dan Longsor Tapanuli Raya: Korban Tewas Capai 19-24 Orang, Akses Jalan...

Banjir dan Longsor Tapanuli Raya: Korban Tewas Capai 19-24 Orang, Akses Jalan Putus Total

Published on

spot_img

 2,633 total views

INNNEWS-Banjir bandang dan tanah longsor menghantam keras wilayah Tapanuli Raya, Sumatera Utara, sejak 22-25 November 2025. Hujan ekstrem tanpa henti menyebabkan sungai meluap, longsor di puluhan titik, serta aliran lumpur dan puing menghancurkan rumah, jembatan, dan jalan nasional. Wilayah Tapanuli Utara, Tengah, Selatan, hingga Sibolga porak-poranda.

Update okrban jiwa dan pengungsi per 27 November 2025 Data terkini menunjukkan korban meninggal dunia mencapai 19-24 orang, puluhan luka-luka, dan beberapa masih hilang. Di Tapanuli Selatan saja, setidaknya 8-15 tewas, 58 luka berat, serta lebih dari 5.000 warga mengungsi. Ribuan rumah rusak berat, dua jembatan utama putus, dan puluhan desa terisolasi total. Terputusnya komunikasi membuat banyak keluarga masih mencari anggota yang hilang kontak.

Di Tapanuli Utara dan Tengah, sekitar 50-100 rumah hancur, jalan nasional lumpuh, terutama di Kecamatan Simangumban akibat jembatan ambruk diterjang longsor. Listrik dan sinyal seluler mati total di banyak kawasan, sehingga evakuasi dan distribusi bantuan terhambat berat.

BMKG menyatakan bencana dipicu Bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka dan Siklon Tropis KOTO, yang menyebabkan curah hujan ekstrem berhari-hari. Namun, warganet dan aktivis lingkungan ramai menyoroti kerusakan ekologis akibat penggundulan hutan masif di Sumut, termasuk aktivitas PT TPL, sebagai faktor pemicu utama longsor.

Saat ini, ribuan warga bertahan di tenda darurat dengan kondisi memprihatinkan. Mereka sangat membutuhkan makanan siap saji, air bersih, selimut dan pakaian, obat-obatan, tenda layak dan alat kebersihan.

Tim SAR, BPBD, dan Basarnas terus bekerja keras meski cuaca buruk dan akses sulit. Hujan lebat dipreksi masih berpotensi hingga awal Desember 2025. Kondisi ini tentu akan menjadi tantangan yang serius bagi rim rescue yang sedang berjuang dilapangan.

Masyarakat terus mengirimkan doa dan ucapaan melalui tagar #savesumut, #savetapanuli #prayforsumut #prayfortapanuliraya yang viral di media sosial.

Artikel Terbaru

Bola Liar Kasus Nadiem, Mempengaruhi Sentimen Global

INNNEWS – Kasus yang menjerat Nadiem Makarim kini tak lagi sekadar isu hukum domestik. Efek...

Siapa yang Disakiti Nadiem? The Invisible Hand di Balik Tuntutan Jaksa yang Tak Logis

INNNEWS— Tuntutan 18 tahun penjara plus uang pengganti Rp5,6 triliun yang dibacakan Jaksa Penuntut...

Putusan MK dan Politik Menunda IKN

INNNEWS - Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi pada 12 Mei 2026 menjadi titik penting dalam...

Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Diplomasi Dunia Lewat UNISRI Diplomatic Course 2026

INNNEWS— Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi atau Universitas Slamet Riyadi kembali...

artikel yang mirip

Bola Liar Kasus Nadiem, Mempengaruhi Sentimen Global

INNNEWS – Kasus yang menjerat Nadiem Makarim kini tak lagi sekadar isu hukum domestik. Efek...

Siapa yang Disakiti Nadiem? The Invisible Hand di Balik Tuntutan Jaksa yang Tak Logis

INNNEWS— Tuntutan 18 tahun penjara plus uang pengganti Rp5,6 triliun yang dibacakan Jaksa Penuntut...

Putusan MK dan Politik Menunda IKN

INNNEWS - Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi pada 12 Mei 2026 menjadi titik penting dalam...