HomeTrendingSetelah Sumatra Aceh, Kini Bali Diterjang Banjir

Setelah Sumatra Aceh, Kini Bali Diterjang Banjir

Published on

spot_img

 367 total views

INNNEWS– Pulau Bali diterjang banjir hebat akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (13/12/2025) hingga Minggu (14/12/2025), menyebabkan satu warga negara asing (WNA) meninggal dunia dan ratusan warga serta wisatawan harus dievakuasi. Bencana hidrometeorologi ini melanda beberapa wilayah, termasuk Badung dan Denpasar, dengan ketinggian air mencapai hingga satu meter di beberapa titik.

Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, banjir ini mengakibatkan setidaknya 20 rumah warga dan satu sekolah di Denpasar terendam air. Di wilayah Badung, sebuah penginapan kebanjiran, memaksa evakuasi sekitar 150 wisatawan. Korban jiwa yang dilaporkan adalah seorang perempuan WNA yang ditemukan tewas di gorong-gorong setelah diduga nekat menerobos banjir dengan sepeda motor di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Identitas korban masih belum diungkap secara resmi, dan polisi sedang menyelidiki kejadian tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyatakan bahwa banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang memicu luapan sungai dan drainase yang tersumbat. Di Jimbaran, korban WNA tersebut diduga terseret arus saat mencoba melintasi banjir, yang mengakibatkan kematian tragis. Tim SAR telah dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pencarian korban lain, meskipun hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa tambahan.

Pemerintah Provinsi Bali telah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama di musim hujan. “Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan dan memulihkan akses jalan yang terdampak,” kata Gubernur Bali dalam konferensi pers. Banjir ini juga berdampak pada lalu lintas dan aktivitas pariwisata, dengan beberapa titik wisata sementara ditutup untuk keamanan.

Bencana ini menjadi pengingat akan kerentanan Bali terhadap perubahan iklim. Masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan cuaca melalui BMKG dan menghindari daerah rawan banjir.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.