222 total views
INNNEWS –Dua pria bersenjata melakukan penembakan massal di acara perayaan Hanukkah di Bondi Beach, Sydney, kemarin malam. Serangan ini aksi merupakan terorisme antisemit. Serengan ini menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 27 lainnya, termasuk anak-anak dan lansia dari komunitas Yahudi setempat.
Menurut laporan polisi, pelaku adalah seorang ayah berusia 50 tahun dan anaknya yang berusia 24 tahun. Mereka menyerbu kerumunan sekitar 1.000 orang yang sedang menyalakan menorah pertama dalam festival Hanukkah. Mereka menggunakan senjata semi-otomatis yang diduga diperoleh secara ilegal, dan berteriak slogan-slogan anti-Yahudi selama serangan berlangsung. Ayah pelaku tewas di tempat setelah baku tembak dengan petugas keamanan, sementara anaknya ditangkap dalam kondisi luka parah.
Pemerintah Australia segera menyatakan serangan ini sebagai tindakan terorisme domestik yang dimotivasi kebencian etnis. Perdana Menteri Anthony Albanese mengutuk kejadian ini dalam konferensi pers darurat. Ia menyatakan antisemitisme tidak punya tempat di Australia. Ini menjadi penembakan massal terburuk di negara itu sejak tragedi Port Arthur pada 1996, yang memicu reformasi senjata ketat.
Latar Belakang Motif Antisemit
Investigasi awal mengungkap bahwa pelaku memiliki riwayat aktivitas online yang penuh dengan propaganda anti-Yahudi, termasuk postingan di media sosial yang mendukung kelompok ekstremis sayap kanan. Polisi menemukan manifesto digital di perangkat mereka yang menyalahkan “pengaruh Yahudi” atas masalah global, termasuk konflik di Timur Tengah. Peningkatan insiden antisemit di Australia sejak eskalasi perang Gaza tahun lalu disebut-sebut sebagai pemicunya. laporan FBI dan ASIO menunjukkan lonjakan 300% dalam kejahatan kebencian terhadap Yahudi.
Organisasi hak asasi manusia seperti Anti-Defamation League (ADL) menyebut serangan ini sebagai “puncak gunung es” dari gelombang kebencian global. “Ini bukan insiden terisolasi,” kata CEO ADL, Jonathan Greenblatt. Ancaman antisemitisme modern, yang sering kali dimulai dari online dan berakhir dengan kekerasan nyata.
Respons Internasional dan Dampak Lokal
Pemimpin dunia bereaksi cepat. Presiden AS Donald Trump tweeted, “Serangan keji terhadap saudara-saudara Yahudi kita di Australia adalah pengingat bahwa antisemitisme adalah musuh bersama. Amerika berdiri bersama kalian.” Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan “tindakan kolektif melawan intoleransi.”
Di Sydney, acara Hanukkah dibatalkan sementara, dan keamanan ditingkatkan di sinagoge serta pusat komunitas Yahudi. Komunitas setempat menggelar vigil malam ini untuk menghormati korban, termasuk seorang penyintas Holocaust berusia 92 tahun yang tewas melindungi cucunya.


