HomeGaya HidupSMI Fest 2025 : Pentinya Belajar Musik di Era Ai

SMI Fest 2025 : Pentinya Belajar Musik di Era Ai

Published on

spot_img

 248 total views

INNNEWS – Sekolah Musik Indonesia (SMI) kembali menggelar ajang tahunan Sekolah Musik Indonesia Fest (SMI Fest) 2025 yang berlangsung di Gedung Teater Mini Institut Seni Surakarta. Acara ini menjadi panggung ekspresi, apresiasi, sekaligus perayaan proses belajar musik anak-anak dan generasi muda dari Sekolah Musik Indonesia.

Dengan mengusung semangat “Adventure Notes & Stories”, SMI Fest 2025 tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, tetapi juga merepresentasikan visi pendidikan musik yang holistik dan relevan dengan tantangan zaman. Para orang tua, siswa, dan pecinta musik memenuhi gedung teater untuk menyaksikan penampilan para peserta.

Founder Sekolah Musik Indonesia, bapak Hannya Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah musik memiliki kerinduan besar untuk “rising generation”, yaitu generasi yang bertumbuh, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa music foundation (fondasi musik) menjadi sangat penting di era Artificial Intelligence (AI) saat ini. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, integrasi musik dan teknologi menghasilkan kemampuan penting yaitu musical thinking dan computational thinking yang membentuk desaign thinking.

Baca juga : https://innindonesia.com/2025/12/03/siswi-homeschooling-raih-project-terfavorit-di-inovation-fest/

Dengan desain thinking, anak-anak mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi saat mereka masuk dunia nyata atau dunia kerja. Bapak Hanny juga menyampaikan bahwa, “di era artificial intelligence, dunia sudah tidak sama lagi”. Setiap orang tua dan guru harus mulai merubah cara belajar mengajar khususnya dalam ,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, bapak Hanny Setiawan juga menyoroti pentingnya mengembangkan imajinasi menjadi ide, dan selanjutnya merealisasikan ide tersebut dalam bentuk inovasi nyata dan kemudian menjadikan sebuah inspirasi bagi masyarakat.

SMI Fest 2025 menjadi bukti nyata dari filosofi tersebut. Anak-anak yang tampil tidak sekadar mempertunjukkan kemampuan bermain alat musik di atas panggung, melainkan menunjukkan hasil proses belajar yang telah mereka jalani. Mulai dari pemahaman ritme, harmoni, kerja sama dalam tim, hingga kepercayaan diri saat tampil di depan publik.

Beragam penampilan ditampilkan dalam festival ini, mulai dari permainan piano, drum, gitar, hingga kolaborasi band dan ensambel. Setiap penampilan mencerminkan proses pembelajaran yang terstruktur dan berorientasi pada pengembangan potensi anak secara menyeluruh.

Melalui SMI Fest 2025, Sekolah Musik Indonesia menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan musik yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan generasi kreatif, inovatif, dan inspiratif yang menghadapi tantangan masa depan.

Acara ini diharapkan dapat terus menjadi ruang inspirasi, apresiasi, dan pembuktian bahwa musik adalah fondasi penting dalam membangun generasi bangsa melalui pendidikan musik.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.