HomeTrendingPeningkatan Serangan Iran ke Saudi Arabia: Membingungkan Pendukung Islam

Peningkatan Serangan Iran ke Saudi Arabia: Membingungkan Pendukung Islam

Published on

spot_img

 429 total views

INNNEWS — Gelombang serangan rudal dan drone Iran terhadap Arab Saudi semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir, memicu kebingungan mendalam di kalangan umat Islam di seluruh dunia. Serangan yang diklaim sebagai “pembalasan” terhadap operasi AS-Israel justru menyasar negara Muslim sesama, termasuk fasilitas minyak dan ibu kota Riyadh, sehingga banyak pendukung perlawanan Iran merasa terpecah dan kecewa.

Menurut Kementerian Pertahanan Arab Saudi, dalam serangan terbaru pada akhir pekan lalu, tiga rudal balistik diarahkan ke wilayah Riyadh. Satu rudal berhasil dicegat, sementara dua lainnya jatuh di area terbuka tanpa korban jiwa. Puluhan drone juga dicegat di Provinsi Timur, yang merupakan pusat ladang minyak kerajaan. Secara keseluruhan sejak akhir Februari 2026, Arab Saudi telah mengalami ratusan serangan drone (mencapai hampir 600 unit) dan puluhan rudal balistik dari Iran. Sebagian besar berhasil diintersep, meski beberapa serpihan menyebabkan kebakaran kecil di dekat kilang minyak seperti Ras Tanura dan Yanbu, serta kerusakan ringan pada Kedutaan Besar AS di Riyadh.

Iran mengklaim serangan-serangan ini sebagai respons terhadap serangan AS-Israel yang menghantam wilayahnya sejak 28 Februari. Media Iran dan kelompok pro-Resistensi menyebutnya sebagai “pembalasan sah” terhadap sekutu Barat. Namun, kenyataannya, target utama justru negara-negara Teluk yang mayoritas Muslim, termasuk Qatar, Kuwait, UAE, dan Saudi Arabia — negara yang sebelumnya menjalin normalisasi hubungan dengan Iran melalui kesepakatan Beijing 2023

Reaksi Dunia Islam: Kebingungan dan Kekecewaan

Serangan ini justru membingungkan banyak pendukung Islam yang selama ini melihat Iran sebagai “benteng perlawanan” terhadap Israel dan AS.

– Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyatakan bahwa “kepercayaan dengan Iran telah hancur total”. Ia memperingatkan bahwa kesabaran negara-negara Teluk tidak terbatas dan Riyadh “memiliki hak untuk mengambil tindakan militer jika diperlukan” guna melindungi wilayah dan sumber daya ekonominya.
– Pertemuan menteri luar negeri dari 12 negara Arab dan Islam di Riyadh baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan Iran dan menegaskan “hak negara untuk membela diri” sesuai Pasal 51 Piagam PBB. Negara-negara tersebut termasuk Turki, Pakistan, Mesir, Yordania, dan negara Teluk lainnya.
– Banyak analis dan aktivis Muslim menyatakan kekecewaan. Serangan Iran terhadap infrastruktur energi dan sipil di negara Muslim sesama dianggap kontradiktif dengan semangat persatuan umat Islam. Seorang analis Saudi, Khaled Batarfi, menyebut tindakan Iran sebagai “irrasional” yang justru menciptakan kemarahan di kalangan negara yang selama ini mendukung diplomasi untuk menghindari perang.

Beberapa negara Teluk telah mengusir diplomat Iran sebagai respons diplomatik. Sementara itu, serangan Iran juga menyebabkan gangguan sementara pada ekspor minyak dan gas di kawasan, yang berdampak pada harga energi global.

Situasi Terkini
Meski sebagian besar ancaman berhasil dihalau oleh pertahanan udara Saudi (dengan bantuan teknologi canggih seperti THAAD), ketegangan tetap tinggi. Iran dilaporkan mulai mengurangi intensitas serangan terhadap Saudi karena khawatir memicu respons langsung dari Riyadh. Namun, ancaman lebih lanjut terhadap rute minyak dan sekutu Teluk masih menjadi kekhawatiran besar.

Konflik ini semakin memperlihatkan perpecahan di dunia Islam: di satu sisi ada solidaritas terhadap Palestina dan penolakan terhadap intervensi Barat, di sisi lain ada penolakan tegas terhadap serangan Iran yang dianggap “membahayakan saudara sesama Muslim”.

Situasi terus berkembang. Pantau pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Saudi dan berita internasional untuk update terkini. Perang ini bukan hanya soal AS-Israel vs Iran, tapi juga telah mengguncang fondasi persatuan umat Islam di kawasan.

 

Artikel Terbaru

Misteri Ijazah Jokowi Kembali Menguap, Ada yang Sengaja Biarkan Terus Dibicarakan?

INNNEWS – Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengabulkan eksepsi Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter...

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

artikel yang mirip

Misteri Ijazah Jokowi Kembali Menguap, Ada yang Sengaja Biarkan Terus Dibicarakan?

INNNEWS – Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengabulkan eksepsi Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter...

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...