95 total views
INNNEWS – Kabar mengenai tunggakan pembayaran sewa stadion oleh Persis Solo mencuat ke publik. Klub kebanggaan warga Solo tersebut dikabarkan memiliki tunggakan biaya sewa Stadion Manahan yang mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Informasi ini menjadi sorotan setelah pihak terkait mengungkap bahwa dari total kewajiban tersebut, manajemen Persis Solo baru melakukan pembayaran sebesar Rp 40 juta. Angka tersebut dinilai masih jauh dari total tunggakan yang harus diselesaikan oleh klub yang berlaga di kompetisi Liga 1 itu.
Pihak pengelola stadion maupun pemerintah daerah setempat disebut telah melakukan komunikasi dengan manajemen klub terkait penyelesaian kewajiban tersebut. Namun hingga kini, proses pelunasan masih berlangsung dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Sejumlah pihak menilai kondisi ini dapat berdampak pada kelangsungan penggunaan Stadion Manahan sebagai kandang Persis Solo untuk pertandingan resmi. Pasalnya, stadion tersebut merupakan aset penting milik pemerintah daerah yang penggunaannya harus sesuai dengan aturan, termasuk dalam hal administrasi dan keuangan.
Di sisi lain, manajemen Persis Solo dikabarkan tengah berupaya mencari solusi agar tunggakan tersebut dapat segera diselesaikan. Beberapa langkah yang mungkin ditempuh antara lain penjadwalan ulang pembayaran atau mencari tambahan sumber pendanaan.
Kabar ini juga mendapat perhatian dari suporter setia Persis Solo, yang berharap permasalahan ini tidak mengganggu performa tim di lapangan. Dukungan terhadap klub tetap mengalir, meski mereka juga mendorong manajemen untuk segera menuntaskan kewajiban finansial tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi secara rinci dari pihak klub mengenai skema pelunasan maupun alasan keterlambatan pembayaran. Sementara itu, pihak berwenang di Kota Solo menegaskan akan terus melakukan koordinasi guna memastikan penyelesaian masalah berjalan sesuai ketentuan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya tata kelola keuangan yang transparan dan profesional dalam dunia sepak bola, terutama bagi klub-klub yang berkompetisi di level tertinggi seperti Liga 1.


