80 total views
INNNEWS – Bencana banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah pada hari ini, Rabu (15/4/2026). Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Selasa malam menyebabkan genangan air di berbagai titik, terutama di wilayah Surakarta (Solo) dan Kabupaten Sukoharjo.
Banjir mulai terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan terus meluas hingga dini hari. Sejumlah kawasan di Solo seperti Kecamatan Serengan, Pasar Kliwon, dan Laweyan dilaporkan terdampak cukup parah. Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki hingga mencapai pinggang orang dewasa di beberapa titik.
Data sementara menunjukkan ratusan kepala keluarga terdampak akibat banjir ini. Beberapa kelurahan yang terdampak di antaranya Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Sondakan, dan Panularan. Sementara itu, di wilayah Sukoharjo, genangan air juga merendam permukiman warga, khususnya di Desa Cemani, Kecamatan Grogol.
Pemerintah daerah bergerak cepat dalam menangani dampak bencana. Wali Kota Surakarta turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga serta menyalurkan bantuan darurat seperti makanan, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan logistik lainnya. Selain itu, sejumlah warga juga telah dievakuasi ke tempat pengungsian sementara guna menghindari risiko yang lebih besar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait masih melakukan pendataan jumlah korban serta kerugian akibat banjir. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat terendamnya rumah dan fasilitas warga.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya juga mencatat bahwa wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir memang rawan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai. Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang kurang optimal di beberapa daerah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir. Pemerintah juga meminta warga segera melapor jika membutuhkan bantuan, serta mengikuti arahan petugas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bencana ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama di musim hujan yang masih berlangsung di sebagian wilayah Indonesia.


