23 total views
INNNEWS – Los Angeles, kota impian Hollywood yang glamor, menyimpan cerita inspiratif tentang ketangguhan dan ambisi. Di tengah hiruk-pikuk Beverly Hills yang mewah, terdapat komunitas Tehrangeles, julukan untuk kawasan dengan populasi Iran terbesar di luar Iran. Banyak di antara mereka adalah pengungsi yang melarikan diri dari Revolusi Islam 1979, tapi kini justru membangun kekayaan melalui real estate dan bisnis, menjadi salah satu komunitas imigran paling sukses di Amerika Serikat.
Bayangkan kontrasnya: Di Iran saat ini, banyak warga kesulitan membeli daging dan telur akibat inflasi tinggi serta ketidakstabilan ekonomi. Sementara itu, ribuan kilometer jauhnya di Los Angeles, orang-orang dari negara yang sama membangun imperium properti. Median pendapatan imigran Iran di AS sekitar 23% lebih tinggi dibanding rata-rata imigran lainnya, dan bahkan 20% lebih tinggi daripada penduduk asli Amerika. Sekitar seperempat penduduk Beverly Hills adalah keturunan Iran, termasuk walikotanya, Sharona Nazarian, yang meninggalkan Tehran sejak kecil saat revolusi berlangsung.
Latar Belakang: Pelarian dan Rebuilding dari Nol
Gelombang besar imigrasi Iran ke Los Angeles dimulai pada akhir 1970-an hingga 1980-an. Banyak keluarga kaya dan kelas menengah Iran kehilangan hampir segalanya akibat perubahan rezim. Mereka tiba di LA dengan modal minim, tapi membawa semangat kerja keras dan visi bisnis yang tajam. Kota ini terasa familiar—dulu Tehran mirip Los Angeles: kota yang hidup, multikultural, dan penuh peluang.
“Seandainya situasinya berbeda, Tehran dan Los Angeles mungkin bisa menjadi kota kembar,” ujar Bobby Samini, pengacara selebriti yang mewakili klien-klien besar seperti T-Pain dan Donald Sterling.
Banyak yang awalnya berprofesi sebagai dokter, pengacara, atau dentist, tapi tak berhenti di situ. Mereka melihat peluang di sektor properti yang sedang berkembang di LA.
Rahasia Kekayaan: Real Estate sebagai Pilar Utama
Kunci kesuksesan komunitas ini adalah investasi properti. Menurut Shervin Roohparvar, pengembang real estate sekaligus bintang reality show Shahs of Sunset, hampir semua orang Persia di LA punya pola yang sama: “Tak peduli kamu dokter, pengacara, atau dentist, kemungkinan besar kamu punya empat atau lima properti. Dan dua lagi sedang dibangun.”
Contoh nyata adalah keluarga Mahboubi yang datang dari Iran pada 1970-an dan mengembangkan sebagian besar Rodeo Drive, jantung belanja mewah dunia. Sarmen Gorjian, pemilik agensi asuransi yang tiba di 2010, menekankan bahwa ketidakpastian di Iran justru memicu dorongan kuat untuk sukses di tanah baru.
Komunitas ini juga dikenal dengan tingkat kewirausahaan tinggi. Banyak yang self-employed dan membangun jaringan bisnis di bidang kedokteran, keuangan, teknologi, hingga perdagangan internasional. Hasilnya? Gaya hidup yang mencerminkan kemakmuran: rumah-rumah besar bergaya “Persian palaces” di Beverly Hills, mobil mewah, dan pengaruh kuat di kawasan elite.
Gaya Hidup Glamor Tehrangeles
Tehrangeles bukan hanya soal uang, tapi juga budaya yang kental. Westwood Boulevard menjadi pusat komunitas dengan restoran Persia, toko-toko yang buka hingga larut malam, dan acara sosial yang meriah. Pengaruhnya begitu kuat hingga menginspirasi reality TV seperti Shahs of Sunset dan The Valley: Persian Style, yang menampilkan kehidupan glamor penuh pesta, fashion, dan bisnis.
Bahkan Princess Noor Pahlavi, putri pangeran mahkota Iran yang diasingkan, kini tinggal di sini. Banyak keluarga Iran Yahudi yang tiba pasca-revolusi juga membentuk komunitas erat di Beverly Hills, dengan tradisi makan malam Shabbat besar yang mendorong mereka membangun rumah luas.
Stereotip yang muncul: orang Iran di LA suka belanja di Rodeo Drive dan mengendarai mobil mahal. Tapi di balik itu, ada nilai kerja keras, adaptasi cepat, dan fokus pada aset nyata seperti properti yang tahan inflasi.
Pelajaran untuk Gaya Hidup Modern
Kisah Tehrangeles mengajarkan bahwa kesuksesan sering lahir dari adversity. Dari pengungsi yang kehilangan segalanya, mereka bangkit dengan strategi sederhana tapi konsisten: investasi di aset properti, membangun jaringan, dan tidak takut mengambil risiko di pasar baru.
Di era sekarang, di mana banyak orang Indonesia juga bermimpi membangun kekayaan, cerita ini relevan. Mulai dari properti, diversifikasi pendapatan, hingga adaptasi dengan lingkungan baru—semua bisa menjadi kunci. Beverly Hills yang dulu “dibeli” oleh keluarga Persia kini jadi simbol bagaimana satu komunitas bisa mengubah nasib mereka di tanah rantau.
Apakah Anda terinspirasi untuk mulai investasi properti atau membangun bisnis? Siapa tahu, suatu hari “Tehrangeles” versi Indonesia bisa lahir di kota-kota besar kita. Tetap semangat, karena sejarah membuktikan: dari krisis, sering muncul empire baru.


