HomeGaya HidupMentari Angkat Suara Perempuan Berdaya Lewat Essay tentang Cahaya dari Ruang Belajar

Mentari Angkat Suara Perempuan Berdaya Lewat Essay tentang Cahaya dari Ruang Belajar

Published on

spot_img

 411 total views

INNNEWS—Di tengah semangat peringatan Kartini, Mentari, perwakilan dari Yayasan Barong Indonesia yang tengah mengembangkan Rumah Belajar Pancasila, menegaskan pentingnya perempuan hadir sebagai cahaya bagi lingkungan sekitarnya. Ia menyampaikan hal itu saat menceritakan latar belakang keikutsertaannya dalam lomba esai bertema perempuan berdaya yang digelar Woman International Club. [1]

Mentari menjelaskan bahwa keikutsertaannya berawal dari aktivitasnya bersama tim di Rumah Belajar Pancasila, yang kini mulai aktif di Solo. Menurutnya, kesempatan tersebut datang ketika pihak kecamatan di Serengan menghubunginya untuk mewakili wilayah itu sebagai salah satu nominator lomba esai. Ia pun melihat ajang ini sebagai ruang untuk menceritakan perjalanan hidup sekaligus kiprah yang selama ini ia tekuni bersama yayasan. [1]

Dalam esainya, Mentari mengangkat judul “Suara Hati Seorang Perempuan untuk Indonesia, Menyalakan Cahaya dari Ruang Belajar.” Judul itu, katanya, sejalan dengan kerja-kerja yang ia lakukan di Rumah Belajar Pancasila. Ia memilih tema perempuan berdaya karena merasa pesan tersebut dekat dengan pengalaman pribadinya selama beberapa tahun terakhir. [1]

Ia menekankan bahwa makna cahaya menjadi inti dari tulisannya. Baginya, semangat Kartini yang identik dengan ungkapan “habis gelap terbitlah terang” harus terus hidup melalui perempuan-perempuan baru yang mampu memberi pengaruh positif. Mentari berharap gagasan itu tidak berhenti pada sosok Kartini di masa lalu, tetapi terus melahirkan perempuan yang menjadi terang bagi masyarakat. [1]

Lebih jauh, Mentari juga menyoroti perjalanan pribadinya sebagai perempuan yang berusaha menyeimbangkan mimpi pribadi dengan kontribusi bagi bangsa. Ia menilai dua hal itu tidak perlu dipertentangkan. Justru, kata dia, seorang perempuan akan lebih kuat ketika mampu mengejar impian sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan dan negara.

Selain berbicara tentang karya tulisnya, Mentari juga menyampaikan harapannya setelah mengikuti ajang tersebut. Untuk dirinya, ia ingin semakin termotivasi menjalankan panggilan hidupnya melalui Rumah Belajar Pancasila. Ia menargetkan program itu bisa menjangkau lebih banyak anak dan desa, mengingat saat ini baru ada 21 titik kegiatan.

Pesan Mentari untuk perempuan Indonesia juga tegas: jadilah perempuan yang berdaya, punya mimpi, dan memiliki kapasitas untuk berdiri bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya. Ia turut mendorong perempuan muda yang ingin menulis dan mengangkat isu perempuan agar tidak menunggu sempurna, melainkan mulai dari apa yang ada di hati dan pengalaman pribadi. Menurutnya, tulisan yang lahir dari ketulusan justru lebih mudah menyentuh banyak orang.

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...