HomeGlobalTrump Klaim Iran Kehilangan Kekuatan Laut, Sebut Konflik Hanya “Perang Mini”

Trump Klaim Iran Kehilangan Kekuatan Laut, Sebut Konflik Hanya “Perang Mini”

Published on

spot_img

 375 total views

INNNEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Dalam sebuah pernyataan video yang beredar pada Selasa (5/5/2026), Trump mengklaim Iran sudah tidak lagi memiliki kekuatan angkatan laut yang signifikan setelah serangkaian operasi militer dan blokade yang dilakukan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir.

Trump bahkan menyebut konflik yang terjadi saat ini hanyalah “mini war” atau perang kecil. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia menyusul operasi pengawalan kapal dagang yang dijalankan Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Dalam keterangannya, Trump menyatakan militer Amerika telah menghancurkan sebagian besar armada laut Iran dan memastikan jalur pelayaran internasional tetap terbuka. Ia juga menegaskan Amerika siap mengambil tindakan lebih keras apabila kapal-kapal AS kembali menjadi sasaran ancaman.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat sejak Iran memberlakukan pembatasan terhadap kapal asing setelah pecahnya konflik regional pada awal 2026. Amerika Serikat kemudian meluncurkan operasi bernama “Project Freedom” untuk mengawal kapal-kapal dagang yang terjebak di jalur strategis tersebut.

Namun, Iran membantah klaim Trump terkait kehancuran total angkatan lautnya. Pemerintah Iran menyatakan pasukan mereka masih menguasai wilayah perairan strategis dan siap merespons setiap bentuk pelanggaran wilayah. Bahkan media pemerintah Iran mengklaim sempat terjadi insiden penembakan terhadap kapal perang Amerika di sekitar Selat Hormuz, meski pihak Pentagon membantah adanya kerusakan pada armada mereka.

Situasi di kawasan Timur Tengah kini menjadi perhatian dunia internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia. Gangguan di wilayah tersebut dikhawatirkan berdampak pada stabilitas ekonomi global, terutama harga energi dan perdagangan internasional.

Meski Trump menyebut konflik tersebut hanya perang kecil, sejumlah analis internasional menilai kondisi di lapangan masih sangat berisiko. Aktivitas militer yang meningkat dan ancaman saling serang antara kedua negara disebut dapat memicu eskalasi lebih besar apabila tidak segera mereda.

Sebelumnya, Trump juga sempat mengklaim bahwa konflik dengan Iran telah “berakhir” usai gencatan senjata diumumkan pada April lalu. Namun, hingga kini operasi militer dan patroli laut Amerika di kawasan Teluk masih terus berlangsung.

Artikel Terbaru

Pemkot Solo Targetkan Penanganan 800 RTLH Sepanjang 2026

INNNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan penanganan 800 unit Rumah Tidak Layak Huni...

Disdik Solo: 60 SD Masuk Prioritas Revitalisasi Pemerintah Pusat

INNNEWS– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mengungkapkan bahwa sekitar 60 Sekolah Dasar (SD) di...

Orangutan Solo Safari Lepas, Berkeliaran di Jalan hingga Masuk Area Rumah Makan

INNNEWS – Seekor orangutan bernama Didi milik Solo Safari lepas dari exhibit-nya dan berkeliaran di...

Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, 70 Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Rusak

INNNEWS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur...

artikel yang mirip

Pemkot Solo Targetkan Penanganan 800 RTLH Sepanjang 2026

INNNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan penanganan 800 unit Rumah Tidak Layak Huni...

Disdik Solo: 60 SD Masuk Prioritas Revitalisasi Pemerintah Pusat

INNNEWS– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mengungkapkan bahwa sekitar 60 Sekolah Dasar (SD) di...

Orangutan Solo Safari Lepas, Berkeliaran di Jalan hingga Masuk Area Rumah Makan

INNNEWS – Seekor orangutan bernama Didi milik Solo Safari lepas dari exhibit-nya dan berkeliaran di...