HomeHeadlineKemensos Jaring 600 Anak Jalanan Jabodetabek untuk Masuk Sekolah Rakyat

Kemensos Jaring 600 Anak Jalanan Jabodetabek untuk Masuk Sekolah Rakyat

Published on

spot_img

 282 total views

INNNEWS-Kementerian Sosial Republik Indonesia kembali memperkuat upaya penanganan anak putus sekolah melalui program Sekolah Rakyat. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak sekitar 600 anak jalanan dan anak terlantar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berhasil dijaring untuk mengikuti program pendidikan tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, proses penjaringan dilakukan secara langsung oleh petugas lapangan dengan menyisir berbagai titik keramaian seperti pasar, terminal, hingga persimpangan jalan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan anak-anak yang selama ini hidup di jalanan tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.

Menurut Saifullah Yusuf, total anak yang telah terdata saat ini mencapai sekitar 700 orang, dan hampir 600 di antaranya ditemukan langsung di jalanan. Setelah dilakukan pendataan, petugas Kemensos juga mendatangi rumah keluarga anak-anak tersebut untuk berdialog dengan orang tua dan memastikan kesiapan mereka mengikuti pendidikan formal kembali.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini menyediakan akses pendidikan gratis mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Kemensos menargetkan sebanyak 1.000 siswa dapat bergabung dalam fase awal program tersebut. Nantinya para siswa akan ditempatkan di 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang memanfaatkan gedung milik pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain gedung milik Lembaga Administrasi Negara (LAN), aset Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga kawasan Tagana Center Hambalang milik Kemensos. Pemerintah memastikan seluruh fasilitas pendukung pembelajaran sedang dipersiapkan agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada tahun ajaran baru pertengahan Juli 2026.

Mensos menegaskan bahwa program ini bukan sekadar memindahkan anak jalanan ke ruang kelas, tetapi juga menjadi langkah pemulihan masa depan generasi muda yang selama ini kehilangan akses pendidikan. Pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi angka anak putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Artikel Terbaru

Wali Kota Solo Respati Ardi Dilaporkan ke Kejaksaan Atas Baliho Ulang Tahun Jokowi: Dana Pribadi vs Nama Pemkot, Polemik Politik di Balik Gestur Hormat

INNNEWS – Wali Kota Solo, Respati Ardi, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Surakarta oleh LBH Mega...

Pelajar 15 Tahun Diduga Coba Bunuh Diri di Bawah Jembatan Jurug, Pencarian Masih Berlangsung

INNNEWS – Seorang pelajar berinisial Mikael (15), warga Winong, Ngringo, Jaten, Kabupaten Karanganyar, dilaporkan hilang...

Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Pulau Doi, Maluku Utara

INNNEWS – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Pulau Doi, Maluku Utara...

Kejagung Tetapkan Oknum TNI Tersangka Baru Korupsi MBG

INNNEWS – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengguncang publik dengan menetapkan tersangka baru dalam kasus...

artikel yang mirip

Wali Kota Solo Respati Ardi Dilaporkan ke Kejaksaan Atas Baliho Ulang Tahun Jokowi: Dana Pribadi vs Nama Pemkot, Polemik Politik di Balik Gestur Hormat

INNNEWS – Wali Kota Solo, Respati Ardi, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Surakarta oleh LBH Mega...

Pelajar 15 Tahun Diduga Coba Bunuh Diri di Bawah Jembatan Jurug, Pencarian Masih Berlangsung

INNNEWS – Seorang pelajar berinisial Mikael (15), warga Winong, Ngringo, Jaten, Kabupaten Karanganyar, dilaporkan hilang...

Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Pulau Doi, Maluku Utara

INNNEWS – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Pulau Doi, Maluku Utara...