48 total views
INNNEWS-Kementerian Sosial Republik Indonesia kembali memperkuat upaya penanganan anak putus sekolah melalui program Sekolah Rakyat. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak sekitar 600 anak jalanan dan anak terlantar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berhasil dijaring untuk mengikuti program pendidikan tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, proses penjaringan dilakukan secara langsung oleh petugas lapangan dengan menyisir berbagai titik keramaian seperti pasar, terminal, hingga persimpangan jalan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan anak-anak yang selama ini hidup di jalanan tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.
Menurut Saifullah Yusuf, total anak yang telah terdata saat ini mencapai sekitar 700 orang, dan hampir 600 di antaranya ditemukan langsung di jalanan. Setelah dilakukan pendataan, petugas Kemensos juga mendatangi rumah keluarga anak-anak tersebut untuk berdialog dengan orang tua dan memastikan kesiapan mereka mengikuti pendidikan formal kembali.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini menyediakan akses pendidikan gratis mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Kemensos menargetkan sebanyak 1.000 siswa dapat bergabung dalam fase awal program tersebut. Nantinya para siswa akan ditempatkan di 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang memanfaatkan gedung milik pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain gedung milik Lembaga Administrasi Negara (LAN), aset Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga kawasan Tagana Center Hambalang milik Kemensos. Pemerintah memastikan seluruh fasilitas pendukung pembelajaran sedang dipersiapkan agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada tahun ajaran baru pertengahan Juli 2026.
Mensos menegaskan bahwa program ini bukan sekadar memindahkan anak jalanan ke ruang kelas, tetapi juga menjadi langkah pemulihan masa depan generasi muda yang selama ini kehilangan akses pendidikan. Pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi angka anak putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.


