HomeTrendingEks Staf Keuagan RS Indriati Boyolali Diduga Gelapkan Dana Rp628 Juta untuk...

Eks Staf Keuagan RS Indriati Boyolali Diduga Gelapkan Dana Rp628 Juta untuk Judi Online

Published on

spot_img

 460 total views

INNNEWS-Boyolali – Seorang mantan staf keuangan di Rumah Sakit (RS) Indriati Boyolali diamankan pihak kepolisian setelah diduga menggelapkan dana perusahaan hingga mencapai Rp628 juta. Uang hasil penggelapan tersebut diduga digunakan pelaku untuk bermain judi online dalam kurun waktu tertentu.

Kasus ini terungkap setelah pihak manajemen rumah sakit menemukan adanya kejanggalan dalam laporan keuangan internal. Setelah dilakukan audit dan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan adanya selisih dana yang cukup besar pada beberapa transaksi keuangan rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian.

Unit Reserse Kriminal Polres Boyolali bergerak cepat melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pegawai bagian administrasi dan keuangan. Dari hasil pemeriksaan, polisi mengarah kepada seorang mantan staf keuangan berinisial A sebagai tersangka utama dalam kasus tersebut.

Kapolres Boyolali menyampaikan bahwa tersangka diduga memanfaatkan akses serta kewenangannya di bagian keuangan untuk mengambil dana secara bertahap agar aksinya tidak mudah terdeteksi. Dana yang berhasil digelapkan mencapai sekitar Rp628 juta.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Boyolali, tersangka tampil mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Polisi juga menunjukkan barang bukti berupa dokumen transaksi dan hasil audit keuangan yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Berdasarkan pengakuan awal, sebagian besar uang hasil penggelapan digunakan tersangka untuk bermain judi online. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara ini.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal tentang penggelapan dan penyalahgunaan jabatan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Tersangka terancam hukuman penjara maksimal lima tahun.

Pihak RS Indriati Boyolali mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan memastikan akan memperketat sistem pengawasan keuangan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Artikel Terbaru

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

artikel yang mirip

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....