38 total views
INNNEWS – Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti bersama elemen lain seperti Universitas Esa Unggul terus menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Hingga menjelang petang, massa aksi masih bertahan di lokasi sambil menunggu hasil pertemuan perwakilan mereka dengan anggota dewan.
Aksi yang dimulai dengan long march dari Tugu Luar 12 Mei Trisakti ini mengusung semangat reformasi 1998. Mahasiswa menggaungkan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) yang mereka anggap masih relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
Tuntutan Utama Mahasiswa:
- Pulihkan Ekonomi dan Politik Nasional – Termasuk menurunkan harga bahan pokok (sembako) dan BBM, serta menjamin ketersediaan BBM subsidi.
- Berantas Inkompetensi Pejabat Negara – Mendesak evaluasi kinerja pejabat yang dianggap tidak kompeten.
- Kembalikan Supremasi Sipil – Menekankan penguatan peran sipil dalam pemerintahan dan menghentikan militerisasi di ranah sipil.
Pantauan di lapangan menunjukkan massa aksi yang mengenakan almamater kampus membawa spanduk dan poster kritik terhadap kebijakan pemerintah. Orator bergantian menyuarakan aspirasi, sementara sebagian perwakilan mahasiswa melakukan audiensi di dalam gedung DPR. Menjelang sore hingga petang, mahasiswa tetap setia berada di lokasi sambil menanti respons konkret dari pihak legislatif.
Aksi ini menjadi bagian dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang lebih luas di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir, yang menyoroti isu ekonomi, harga kebutuhan pokok, dan kualitas tata kelola pemerintahan. Pihak DPR disebutkan telah menyiapkan agenda untuk menerima aspirasi mahasiswa.
Tragedi Trisakti 1998 kembali diingat sebagai simbol perjuangan reformasi, dan aksi hari ini menegaskan peran mahasiswa sebagai pengawal demokrasi. Polisi tampak berjaga ketat untuk menjaga keamanan, dan hingga berita ini diturunkan, aksi berlangsung kondusif tanpa insiden berarti.


