35 total views
INNNEWS– Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (3/8/2026).Menurut laporan Badan Geologi melalui akun resmi dan sistem MAGMA Indonesia, erupsi pertama tercatat pukul 07.56 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak (4.376 meter di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik.
Kemudian, erupsi susulan terjadi pukul 10.23 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 800 meter di atas puncak (4.476 meter di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur dan tenggara. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 93 detik.
Status Tetap Level III (Siaga)
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi ketat kepada masyarakat dan wisatawan.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Aktivitas Berkelanjutan
Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Dalam beberapa pekan terakhir, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kerap mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu bervariasi antara 500–1.300 meter. Pada 31 Juli 2026 saja, tercatat lima kali erupsi dengan tinggi kolom mencapai 800 meter.
PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru secara ketat. Masyarakat di sekitar kawasan diminta tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan tidak mendekati zona bahaya. Informasi terkini dapat dipantau melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau akun resmi Badan Geologi.


