36 total views
INNNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026.
Gempa terjadi pukul 03:16:38 WIB. Episenter berada di laut, sekitar 114 kilometer barat laut Halmahera Barat, pada koordinat 1,60 derajat Lintang Utara dan 126,59 derajat Bujur Timur. Kedalaman gempa tercatat 25 kilometer.
Hasil analisis lanjutan BMKG memperbarui parameter gempa menjadi magnitudo 5,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter tetap berada di laut pada jarak yang sama. Gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Intensitas IV MMI tercatat di Manado, Minahasa Utara, dan Bitung (Sulawesi Utara). Di Ternate, getaran dirasakan dengan intensitas III MMI.
Hingga pukul 03:35 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) yang signifikan. BMKG terus memantau perkembangan dan akan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat serta pemangku kepentingan terkait.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG. Tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa hingga berita ini diturunkan.
Indonesia berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif, sehingga wilayah seperti Maluku Utara relatif rawan gempa.


