20 total views
Iran dan Oman Finalisasi Kesepakatan Baru Pengaturan Pelayaran di Selat Hormuz
INNNEWS– Iran dan Oman berada di tahap akhir finalisasi kesepakatan pengaturan baru pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan ini mencakup koordinat geografis rute pelayaran sementara yang akan menggantikan jalur sementara yang selama ini digunakan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan mengenai koordinat geografis rute yang direncanakan. “Jika pihak ketiga tertentu tidak menghambat proses ini, pernyataan bersama kedua negara yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepakatan sedang dalam tahap peninjauan dan penyusunan akhir,” ujarnya, dikutip dari kantor berita resmi Iran, IRNA, Rabu (5/8/2026).
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, menambahkan bahwa konsultasi antara Teheran dan Muscat telah berlangsung lebih dari tiga minggu. Kedua belah pihak disebut telah mencapai kesepakatan secara prinsip mengenai hampir semua isu terkait, termasuk peta rute masuk dan keluar.
Detail Rute Sementara
Menurut pejabat Iran, rute baru ini bersifat sementara dan dirancang untuk berlangsung selama dua hingga empat bulan. Kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia akan melewati perairan teritorial Iran, sementara kapal yang keluar menuju Laut Arab akan memanfaatkan perairan Oman dengan koordinasi.
Gharibabadi menekankan bahwa kesepakatan ini tidak berarti Selat Hormuz akan dibuka sepenuhnya seperti sebelum konflik. “Ini merupakan model baru yang berbeda dari praktik 60 tahun terakhir,” katanya.
Latar Belakang Ketegangan
Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, menjadi pusat ketegangan sejak Februari 2026. Iran memperketat kendali atas selat tersebut setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. AS kemudian menerapkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran dan melancarkan serangan militer sebagai respons atas ancaman terhadap pelayaran komersial.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan optimisme bahwa kesepakatan terkait Selat Hormuz bisa segera diumumkan. Namun, pejabat Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington dan menekankan bahwa pembukaan selat bergantung pada pelaksanaan komitmen AS yang nyata, termasuk pencabutan blokade.
Dampak Global
Sinyal kemajuan dalam perundingan ini langsung memengaruhi pasar energi. Harga minyak dunia sempat menurun, dengan Brent Crude berada di kisaran US$79 per barel pada pagi Kamis (6/8/2026). Para pengamat menilai, jika kesepakatan berhasil diimplementasikan, aliran minyak dari Teluk Persia dapat kembali stabil dan mengurangi tekanan pada harga energi global.
Meski demikian, pejabat Iran memperingatkan bahwa kesepakatan dengan Oman saja tidak cukup menjamin keamanan pelayaran. Keamanan di selat tersebut masih bergantung pada deeskalasi ketegangan regional, khususnya terkait sikap AS.
Hingga saat ini, pemerintah Oman belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Iran. Dunia internasional, termasuk negara-negara pengguna selat, terus memantau perkembangan ini dengan saksama.


