HomeGlobalIran Tetap Tahan Pembukaan Penuh Selat Hormuz, Tunggu Pemenuhan Tuntutan

Iran Tetap Tahan Pembukaan Penuh Selat Hormuz, Tunggu Pemenuhan Tuntutan

Published on

spot_img

 198 total views

INNNEWS – Pemerintah Iran terus menahan pembukaan penuh Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan mereka, termasuk pencabutan sanksi, penghentian ancaman militer, dan kompensasi atas kerusakan perang. Sikap tegas ini disampaikan di tengah upaya negosiasi dengan Oman terkait pengaturan sementara lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut.

Menurut laporan media internasional dan pernyataan pejabat Iran, Teheran menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sepenuhnya sebelum Washington memenuhi komitmen yang dianggap penting bagi keamanan dan kepentingan nasional Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menekankan bahwa negosiasi dengan pihak AS ditunda hingga pelanggaran dan ancaman terhadap kedaulatan Iran diakhiri.

Iran dan Oman dilaporkan hampir mencapai kesepakatan sementara yang memungkinkan kapal melintas tanpa biaya tambahan di Selat Hormuz. Namun, pihak Iran menegaskan bahwa kesepakatan itu bersifat terbatas dan tidak sama dengan pembukaan penuh jalur tersebut. “Jalur ini tidak akan sepenuhnya terbuka sampai AS memenuhi tuntutan kami,” demikian intisari posisi resmi Teheran yang dikutip sejumlah media.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, di mana sekitar seperlima pasokan minyak global melewati perairan sempit ini. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan memengaruhi stabilitas ekonomi sejumlah negara, termasuk di Asia dan Eropa.

Sikap Iran ini muncul di tengah ketegangan yang masih tinggi di Timur Tengah. Selain isu Selat Hormuz, kawasan tersebut juga diwarnai penolakan Israel terhadap rencana perdamaian Gaza yang digagas AS, serta serangan kelompok Houthi di Yaman yang menambah kompleksitas situasi keamanan regional.

Analis menilai posisi Iran merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat posisi tawar dalam perundingan dengan Barat. Sementara itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump belum memberikan respons langsung dan detail terhadap daftar tuntutan Teheran tersebut.

Hingga Senin (10/8/2026), lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih berjalan dengan sejumlah pembatasan. Pengamat internasional memperingatkan bahwa berlarut-larutnya ketegangan di jalur vital ini dapat memicu ketidakpastian di pasar energi global dalam waktu dekat.

Pemerintah Iran tetap menyatakan siap melanjutkan jalur diplomasi apabila ada jaminan konkret dari pihak AS terkait keamanan dan kepentingan nasional mereka.

Artikel Terbaru

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...

Hujan di Tokyo Berlangsung 34 Hari Berturut-turut, Rekor Baru Sejak 1886

INNNEWS — Ibu kota Jepang mencatat rekor baru hujan berturut-turut selama 34 hari, yang...

Bank Cadangan Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,60%, Tertinggi Sejak 2011

INNNEWS — Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan (cash rate) sebesar...

artikel yang mirip

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...

Hujan di Tokyo Berlangsung 34 Hari Berturut-turut, Rekor Baru Sejak 1886

INNNEWS — Ibu kota Jepang mencatat rekor baru hujan berturut-turut selama 34 hari, yang...