17 total views
INNNEWS – Sebanyak delapan orang, termasuk empat anak-anak, tewas dalam penembakan yang terjadi di sebuah rumah di Billings, negara bagian Montana, Amerika Serikat, pada Minggu malam (23 Agustus 2026) waktu setempat. Pelaku kemudian menembak dirinya sendiri dan rumah tersebut terbakar hebat.
Menurut pihak berwenang, polisi merespons panggilan darurat sekitar pukul 18.01 waktu setempat terkait “gangguan keluarga” dan tembakan di kawasan White Star Circle. Saat petugas tiba, mereka mendengar suara tembakan tambahan dari belakang rumah. Tidak lama kemudian, rumah tersebut sepenuhnya dilalap api.
Pelaku diidentifikasi sebagai Alan Smith (44), seorang anggota keluarga yang sebelumnya tinggal bersama orangtuanya di rumah tersebut. Menurut keterangan kerabat, orangtuanya baru saja memintanya pindah beberapa minggu sebelumnya. Smith kembali ke rumah saat keluarga sedang berkumpul makan malam Minggu dan melepaskan tembakan. Ia kemudian ditemukan dengan luka tembak yang diduga dilakukannya sendiri dan meninggal di rumah sakit.
Identitas Korban
Korban meliputi empat generasi dalam satu keluarga besar yang sudah bercampur:
- Empat anak-anak: Chloe Ireland (7 tahun), Charlotte Ghekiere (12 tahun), Owen Ireland (13 tahun), dan Landon Ghekiere (15 tahun).
- Empat orang dewasa, termasuk orangtua pelaku (Dana dan Barb Smith), adik perempuan pelaku (Megan Ghekiere), serta nenek buyut yang berusia 90-an tahun dan menggunakan kursi roda.
Charlotte Ghekiere (12) disebut sempat menelepon 911 dari dalam rumah saat kejadian berlangsung. Keluarga menganggapnya sebagai “pahlawan” karena berusaha meminta bantuan.
Polisi Billings dan Sheriff Yellowstone County mengonfirmasi delapan korban tewas (empat anak-anak dan empat dewasa). Proses pemulihan jenazah masih berlangsung karena struktur rumah yang rusak parah akibat kebakaran dan air pemadam. Penyelidikan masih aktif dan diperkirakan memakan waktu beberapa hari.
Tidak ada ancaman lebih lanjut bagi publik. Motif pasti masih dalam penyelidikan, meski kasus ini digolongkan sebagai insiden dalam lingkup keluarga, bukan aksi acak.
Insiden ini kembali menyoroti kekerasan bersenjata di Amerika Serikat. Keluarga korban dan komunitas Billings tengah berduka, sementara penggalangan dana telah dibuka untuk membantu biaya pemakaman dan kebutuhan lainnya.


