HomeGlobalBanjir Bandang Dahsyat di Perbatasan Nepal-Tibet, Ratusan Tewas dan Lebih dari 1.300...

Banjir Bandang Dahsyat di Perbatasan Nepal-Tibet, Ratusan Tewas dan Lebih dari 1.300 Orang Hilang

Published on

spot_img

 95 total views

INNNEWS— Banjir bandang dahsyat yang dipicu runtuhnya gletser melanda kawasan perbatasan Nepal-Tibet (China) pada Rabu (26/8/2026). Bencana ini menewaskan ratusan orang dan menyebabkan lebih dari 1.300 orang dinyatakan hilang di kedua sisi perbatasan Himalaya.

Menurut data otoritas bencana Nepal dan USGS (United States Geological Survey), banjir bandang tersebut dipicu oleh glacial collapse atau runtuhnya danau es di kawasan pegunungan. Material lumpur, batu, dan air dalam volume besar menerjang desa-desa serta jalur pendakian di wilayah perbatasan.

Di sisi Nepal, setidaknya 165 hingga hampir 400 jenazah telah ditemukan, sementara ratusan wisatawan asing dan warga lokal masih hilang. Australia melaporkan 34–39 warganya belum ditemukan, sementara Korea Selatan mengirim tim respons cepat untuk mencari sembilan warganya. Di sisi Tibet (China), korban juga dilaporkan meski angka pastinya masih terus diperbarui.

Rekaman drone menunjukkan kerusakan parah: jalan dan jembatan hancur, bangunan tertimbun lumpur tebal, serta desa-desa yang hampir rata dengan tanah. Upaya pencarian dan penyelamatan terhambat oleh hujan, material lumpur yang tebal, serta medan yang sulit dijangkau.

Tim penyelamat dari kedua negara telah dikerahkan. China mengirim ratusan personel ke pelabuhan perbatasan Gyirong, sementara Nepal terus melakukan pencarian di wilayah terdampak. Beberapa negara, termasuk Australia dan Korea Selatan, menawarkan bantuan kemanusiaan dan dukungan teknis.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pemerintah dan rakyat Nepal serta China. Kemlu RI juga masih mendata warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Himalaya, khususnya para pendaki, untuk memastikan keselamatan mereka.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa pencairan es di Himalaya akibat perubahan iklim semakin meningkatkan risiko bencana serupa di masa depan. Banjir bandang ini menjadi salah satu bencana alam terbesar di kawasan tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Hingga Jumat (28/8/2026), operasi pencarian masih terus berlangsung. Harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis seiring berjalannya waktu, sementara risiko banjir susulan masih mengancam.

Artikel Terbaru

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG, Mayoritas Swasta Internasional

INNNEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat program...

Presiden Trump Hadiri Upacara di Pentagon untuk Tandai 25 Tahun Tragedi 9/11

  INNNEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri upacara peringatan 25 tahun serangan 11 September...

Hari Radio Nasional Diperingati Hari Ini

  INNNEWS – Hari ini, Jumat 11 September 2026, Indonesia memperingati Hari Radio Nasional. Tanggal ini...

Upacara Peringatan 25 Tahun Serangan 11 September 2001 Berlangsung di World Trade Center, Pentagon, dan Shanksville

INNNEWS – Amerika Serikat memperingati 25 tahun serangan teroris 11 September 2001 pada Jumat,...

artikel yang mirip

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG, Mayoritas Swasta Internasional

INNNEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat program...

Presiden Trump Hadiri Upacara di Pentagon untuk Tandai 25 Tahun Tragedi 9/11

  INNNEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri upacara peringatan 25 tahun serangan 11 September...

Hari Radio Nasional Diperingati Hari Ini

  INNNEWS – Hari ini, Jumat 11 September 2026, Indonesia memperingati Hari Radio Nasional. Tanggal ini...