HomeTrendingSituasi Terkini Sekitar Kawasan DPR Usai Demo 27 Agustus: Kondisi Berangsur Kondusif,...

Situasi Terkini Sekitar Kawasan DPR Usai Demo 27 Agustus: Kondisi Berangsur Kondusif, Lalin Masih Direkayasa

Published on

spot_img

 19 total views

INNNEWS — Situasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, berangsur kondusif pada Jumat (28/8/2026) pagi setelah aksi demonstrasi yang berlangsung sejak Kamis (27/8/2026). Meskipun demikian, sejumlah ruas jalan masih ditutup dan lalu lintas di kawasan Pejompongan–Slipi–Palmerah masih dialihkan secara situasional.

Berdasarkan pantauan hingga pagi ini, massa yang sempat bertahan di kawasan Pejompongan dan di bawah Flyover Slipi sudah jauh berkurang. Petugas kebersihan sejak dini hari membersihkan sisa-sisa aksi, termasuk sampah, puing, serta bekas pembakaran ban. Aparat kepolisian masih berjaga di sejumlah titik untuk mencegah munculnya kerumunan baru.

Sehari sebelumnya, aksi di depan Gedung DPR diikuti beberapa kelompok, di antaranya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), GERAM, dan kelompok masyarakat lainnya. Tuntutan utama adalah percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset. Perwakilan AMPB diterima pimpinan DPR dan mendapat komitmen pengesahan paling lambat 15 Desember 2026, lalu membubarkan diri pada siang hari.

Namun, kelompok lain tetap bertahan hingga malam. Situasi memanas di kawasan Pejompongan dan Slipi. Massa melakukan pelemparan batu, pembakaran ban, serta merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk pos polisi dan CCTV. Polisi membubarkan massa dengan tembakan gas air mata. Bentrokan sempat membuat Jalan Gatot Subroto dan beberapa akses Tol Dalam Kota ditutup sementara.

Pada Jumat pagi, Jasa Marga masih memberlakukan penutupan situasional di beberapa gerbang tol, termasuk akses Pejompongan dan Slipi. Arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif. TransJakarta juga menyesuaikan sejumlah rute yang melewati kawasan Senayan.

Polda Metro Jaya menyatakan situasi sudah terkendali dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Inventarisasi kerusakan fasilitas umum masih dilakukan. Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta menyayangkan aksi perusakan dan akan berkoordinasi dengan aparat untuk menindak pelaku.

Warga yang beraktivitas di kawasan Senayan diimbau memantau informasi lalu lintas terkini dan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

Artikel Terbaru

Ratko Mladić, Jenderal Serbia Bosnia yang Dihukum karena Genosida, Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun

INNNEWS — Ratko Mladić, mantan panglima tentara Serbia Bosnia yang digelari “Jagalnya Bosnia”, meninggal dunia...

Penduduk Indonesia Tembus 288,3 Juta Jiwa, Data Terbaru Dukcapil

INNNEWS — Jumlah penduduk Indonesia resmi menembus angka 288,3 juta jiwa. Data tersebut dirilis Direktorat...

Banjir Bandang Dahsyat di Perbatasan Nepal-Tibet, Ratusan Tewas dan Lebih dari 1.300 Orang Hilang

INNNEWS— Banjir bandang dahsyat yang dipicu runtuhnya gletser melanda kawasan perbatasan Nepal-Tibet (China) pada...

Dua Kubu Keraton Solo Saling Lapor ke Polresta: Dugaan Pencurian Gamelan dan Penganiayaan Abdi Dalem

INNNEWS— Ketegangan internal di Keraton Kasunanan Surakarta kembali memanas. Dua kubu yang mengklaim sebagai...

artikel yang mirip

Ratko Mladić, Jenderal Serbia Bosnia yang Dihukum karena Genosida, Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun

INNNEWS — Ratko Mladić, mantan panglima tentara Serbia Bosnia yang digelari “Jagalnya Bosnia”, meninggal dunia...

Penduduk Indonesia Tembus 288,3 Juta Jiwa, Data Terbaru Dukcapil

INNNEWS — Jumlah penduduk Indonesia resmi menembus angka 288,3 juta jiwa. Data tersebut dirilis Direktorat...

Banjir Bandang Dahsyat di Perbatasan Nepal-Tibet, Ratusan Tewas dan Lebih dari 1.300 Orang Hilang

INNNEWS— Banjir bandang dahsyat yang dipicu runtuhnya gletser melanda kawasan perbatasan Nepal-Tibet (China) pada...