HomeTrendingHakim MK Arief H: Jokowi Jelas Cawe-cawe di Pemilu Suburkan Dinasti

Hakim MK Arief H: Jokowi Jelas Cawe-cawe di Pemilu Suburkan Dinasti

Published on

spot_img

 778 total views

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak gugatan Pilpres 2024 yang dilayangkan Paslon 01 Anies -Muhaimin dan Paslon 03 Ganjar-Mahmud.

Namun dalam keputusan itu, ads tiga hakim yang menyampaikan dissenting opinion yakni Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, dan Arief Hidayat.

Arief mengatakan, berdasarkan pertimbangan pribadi, Presiden Jokowi jelas melakukan pelanggaran Pemilu 2024 secara terstruktur dan sistematis.

“Tidak boleh ada peluang sedikitpun bagi cabang kekuasaan tertentu untuk cawe-cawe dan memihak dalam proses Pemilu Serentak 2024. Sebab ia dibatasi oleh paham konstitusionalisme dan dipagari oleh rambu-rambu positif, moral dan etika. Apa yang dilakukan Pemerintahan Jokowi dengan segenap struktur, politik kementerian dan lembaga dari tingkat pusat hingga daerah telah bertindak partisan dengan memihak calon tertentu,” ungkap Arief.

Disebutnya, tindakan ini jelas mencederai sistem keadilan Pemilu (electoral justice) yang termuat tidak hanya di dalam berbagai instrumen hukum internasional, tetapi juga diadopsi dalam Pasal 22E ayat 1 UUD 1954 yang mensyaratkan Pemilu harus dilaksanakan secara langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil.

Dissenting Opinion, Hakim MK Saldi: Mensos Tak Bagi Bansos, Malah Menteri Lain

“Pada titik inilah, Pemerintah telah melakukan pelanggaran Pemilu secara terstruktur dan sistematis,” ucap Arief.

Lanjutnya, Jokowi dinilai terbukti cawe-cawe. Jokowi ingin menyuburkan politik dinasti.

“Apa yang dilakukan Presiden seolah mencoba menyuburkan spirit politik dinasti yang dibungkus virus nepotisme sempit dan berpotensi mengancam nilai demokrasi ke depan,” pungkasnya.

Artikel Terbaru

Demo 27 Agustus di Depan DPR Jakarta: Empat Kelompok Massa Sampaikan Tuntutan Berbeda

INNNEWS – Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung...

Perang Dagang AS-Kanada Memanas

INNNEWS – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada semakin memanas setelah perundingan dagang...

Gempa Susulan Terus Guncang NTT, Korban dan Pengungsi Masih Tinggi

INNNEWS – Rangkaian gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa...

Massa Demo 27 Agustus Mulai Berkumpul di Depan DPR, Pemerintah Hormati Hak Berpendapat

INNNEWS – Massa aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026 mulai berkumpul di depan Gedung...

artikel yang mirip

Demo 27 Agustus di Depan DPR Jakarta: Empat Kelompok Massa Sampaikan Tuntutan Berbeda

INNNEWS – Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung...

Perang Dagang AS-Kanada Memanas

INNNEWS – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada semakin memanas setelah perundingan dagang...

Gempa Susulan Terus Guncang NTT, Korban dan Pengungsi Masih Tinggi

INNNEWS – Rangkaian gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa...