HomeGaya HidupButet Pamer Karya 'Patung Kurus Hidung Panjang', Ini Maknanya

Butet Pamer Karya ‘Patung Kurus Hidung Panjang’, Ini Maknanya

Published on

spot_img

 1,084 total views

JAKARTA – Seniman Butet Kartaredjasa menggelar Pameran Seni Rupa Melik Nggendong Lali’ di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat belum lama ini.

Saat ditanya makna dari salah satu karyanya yang ditampilkan yakni patung kurus hidung panjang, Butet pun mengatakan “Saya bebaskan untuk ditafsir. Arti patung ini simbol kepalsuan dan kemunafikan,” ujar Butet kepada wartawan.

Dikatakannya demikian, lantaran patung tersebut bebas ditafsirkan oleh pengunjung. Menurutnya, seni itu multitafsir.

“Saya tidak ingin mendikte orang yang ngelihat. Bebas,” kata Butet.

Butet mengatakan perlu waktu 4 tahun untuk mempersiapkan Pameran Seni Malik Nggendong Lali. Menurutnya, ini cara seorang seniman mengekspresikan diri.

“Tidak semua seniman bernasib baik seperti saya. Saya berimpresikan saat ini bisa dikunjungi oleh seorang presiden, presiden kelima,” ucap Butet.

Sebab pameran tersebut memang juga dihadiri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Lanjutnya, seorang seniman tidak terbatas pada teritori. Seniman adalah orang kreatif yang bisa melewati batasnya.

“Ini merupakan sebuah kemewahan dan kehormatan. Saya merasa ini apresiasi atas apa yang saya kerjakan dan tidak sia-sia yang saya kerjakan,” ujar Butet.

Butet juga mengajak Asmudjo J. Irianto sebagai kurator. Pameran Melik Nggendong Lali akan membawa pengunjung untuk menyelam spiritualitas dan realitas sosial politik lewat karya.

Karya-karya ini diawali oleh laku spiritual Butet Kartaredjasa dengan ritual penulisan nama berulang-ulang pada secarik kertas.

Pameran ini menunjukkan keterampilan dan kekuatan dalam mengubah esoteris menjadi eksoteris.

Pencerahan spiritual yang personal diperpanjang menjadi karya seni dalam dimensi yang terbuka dan diperluas menyangkut dimensi sosial-politik.

 

Artikel Terbaru

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

artikel yang mirip

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...