HomeTrendingPemuda Cacat Etika Coreng Semangat Sumpah Pemuda

Pemuda Cacat Etika Coreng Semangat Sumpah Pemuda

Published on

spot_img

 765 total views

RAKYAT BERSUARA – Sumpah Pemuda lahir dari anak-anak muda yang punya _ “previlege” _ yang memperjuangkan ketidakadilan dan bercita-cita membangun sebuah bangsa.

Para pemuda inilah yang merasakan layanan pendidikan yang pada waktu itu sangat langka didapatkan. Sampai berkahirnya kekuasaan Inggris 1816, Indonesia belum ada sekolah satupun. Baru satu setelah Belanda masuk dibangun sekolah.

Sekolah yang dibangun Belanda untuk Pribumi hanya diperuntukan kalangan ningrat. Mungkin istilah “orang dalam” juga berlaku untuk sekolah pada jaman itu. Selain itu biaya pendidikan yang sangat tinggi menyeleksi orang dalam kalangan tertentu yang bisa sekolah.

Perlakuan khusus sebagai keluarga ningrat dengan mendapatkan pendidikan justru menggugah hati nurani Ki Hadjar Dewantara, R A Kartini,  Wahidin Soedirohoesodo tentang keadilan dan kebangsaan.

Mereka bisa saja hidup nyaman dengan hak istimewa dan pendidikan yang mereka dapatkan. Akan tetapi mereka justru bergumul dengan perjuangan memperjuangkan keadilan dan membangun asa sebagai bangsa yang merdeka.

Semangat sumpah pemuda ini jelas tercoreng dengan seorang pemuda dengan “hak Istimewanya” yang justru menabrak konstitusi. Bahkan lebih parahnya lagi, pemuda catat etika kini sedang berkuasa dengan bangga memperagakan politik ultra populis yang menjijikan.

Sekarang pemuda itu bahkan telah jadi model para politisi muda dalam meraih kesuksesan politik mereka. Jika fenomena terus terjadi anak cucu kita mungkin sudah tidak mengerti lagi arti Sumpah Pemuda yang sesungguhnya.

Yang orang akan ingat joget-joget dan bantuan sosialnya. Idenya, ideologi bahkan karakternya lupakan saja. Bukan lagi keadialan sosial yang diperjuangkan seperti para pemuda-pemudi yang melahirkan Sumpah Pemuda, melainkan bantuan sosial dan gimmick-gimmick politik konyol tidak berguna.

Sumpah Pemuda ini mengingatkan kita mau jadi pemuda seperti apa. Mau jadi pemuda-pemudi yang berjuang demi keadilan dan kebenaran, atau pemuda-pemudi populer yang sukses atau mendapat kekuasaan dengan cara apapun?.

Gilrandi

Pojok Demokrasi

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...