HomeTrendingChina Bantu Ongkosi Makan Bergizi Gratis RI, tapi Tak Ada Makan Siang...

China Bantu Ongkosi Makan Bergizi Gratis RI, tapi Tak Ada Makan Siang Gratis 

Published on

spot_img

 1,197 total views

INN NEWS – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden China, Xi Jinping menandatangani sejumlah kesepakatan. Satu diantaranya China akan bantu ongkosi program unggulan Prabowo yakni Makan Bergizi Gratis.

Pendanaan itu dimuat dalam “Food Supplementation and School Feeding Programme in Indonesia”, demikian diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangannya persnya baru-baru ini.

Kesepakatan itu dibacakan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan China yang disaksikan langsung oleh Prabowo dan Xi Jinping.

Kata Airlangga, kesepakatan ini merupakan bagian dari tujuh kesepakatan bilateral dan investasi bisnis senilai US$10,07 miliar atau setara dengan Rp157,64 triliun.

“Ya mereka akan men-support karena mereka juga sudah melaksanakan makan bergizi gratis di sini [China],” ujar Airlangga yang dikutip dari siaran pers.

Namun, ekonom Muhammad Andri Perdana, melansir BBCI, kesepakatan itu berisiko dan bakal memberatkan Indonesia dalam jangka panjang.

Meminjam pepatah “tidak ada makan siang gratis”, menurutnya, pemberian pinjaman itu sudah pasti ada timbal baliknya.

“Bahkan aid (bantuan hibah) sekalipun ada tujuannya, entah itu untuk mempermudah hubungan bilateral atau dari segi foreign policy-nya memudahkan [China]. Yang pasti ada timbal baliknya,” jelasnya.

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...