867 total views
INN INTERNASIONAL – Situasi politik di Korea Selatan memanas usai Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan status darurat militer.
Dikutip dari Yonhap, Rabu (4/12/2024), susunan pemerintahan Presiden Yoon bergejolak. Sejumlah pejabat tinggi mengundurkan diri.
Puncaknya, beberapa pejabat penting ring 1 Presiden Yoon mengundurkan diri usai drama darurat militer.
Pejabat yang mundur itu yakni Kepala Staf Kepresidenan Chung Jin-suk, Kepala Staf Kebijakan Sung Tae-yoon, Penasihat Keamanan Nasional Shin Won-sik hingga 7 ajudan senior mengundurkan diri.
Situasi ini bermula saat Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer pada hari Selasa malam. Dia mengklaim pihak oposisi bersimpati kepada Korea Utara dan merencanakan pemberontakan.
Baca juga:
Main-main Demokrasi Presiden Yoon, Warga Korsel: Hancurkan Kediktatoran!
Namun, Parlemen Korsel menentang deklarasi Yoon Suk Yeol dan mencabut darurat militer.
Ketua Parlemen, Woo Won-shik, mengatakan deklarasi darurat militer oleh presiden tidak sah setelah pemungutan suara anggota parlemen.
Tak berselang lama, Yoon Suk Yeol mengeluarkan pernyataan telah menarik personel militer yang terlibat dalam penerapan darurat militer. Pemerintah Korsel resmi mencabut status darurat militer.


