HomeHeadlineRI Resmi Gabung BRICS, Siap-siap Terima Risiko Ini! 

RI Resmi Gabung BRICS, Siap-siap Terima Risiko Ini! 

Published on

spot_img

 1,014 total views

INN Internasional – Indonesia telah secara resmi mengumumkan bergabung dengan BRICS, sebuah kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk memperkuat pengaruh Indonesia di kancah internasional, namun tidak lepas dari berbagai tantangan dan potensi dampak negatif yang perlu diperhatikan.

Berikut tantangan yang akan dihadapi Indonesia usai bergabung BRICS berdasarkan pandangan ekonomi yang dihimpun INN Indonesia dari berbagai sumber resmi.

Keseimbangan Diplomatik

Pengamat ekonomi dari Digital Center of Economic and Law Studied (Celios) mengatakan bahwah bergabungnya Indonesia dengan kelompok ini dapat mengubah dinamika hubungan internasional Indonesia.

“Bergabung dengan BRICS dapat mengubah dinamika hubungan internasional dan diplomasi Indonesia,” ujar Nailul.

 “Menganalisis bagaimana keanggotaan ini akan mempengaruhi hubungan dan stabilitas regional menjadi penting untuk memahami dampak jangka panjangnya.”tambahnya.

Persepsi Barat 

Wijayanto Samirin, Ekonom Senior dari Universitas Paramadina mengatakan, bergabungnya Indonesia ke BRICS, ada risiko negara-negara Barat akan memandang Indonesia sebagai bagian dari kelompok revisionis.

“Yang ingin merombak tatanan dunia yang didominasi Barat,” kata Wijayanto.

Ketergantungan Ekonomi

Sementara itu dosen Hubungan Internasional Universitas Andalas Virtuous Setyaka mewanti-wanti ketergantungan ekonomi.

“Risiko ketergantungan baru terhadap ekonomi BRICS adalah tantangan nyata. Jika salah satu negara mengalami krisis atau konflik, ini dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi Indonesia,” jelas Virtuous.

Dampak Negatif Potensial

Hubungan dengan AS dan Sekutunya hingga Perang Dagang

Menurut Idil Syawfi dari Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia mungkin akan menghadapi ketegangan dengan Amerika Serikat.

“Indonesia mungkin akan menghadapi ketegangan dengan Amerika Serikat, terutama jika dianggap sebagai pergeseran menuju kubu non-Barat,” menurut Idil.

Ini juga bisa terimbas kepada perang dagang Amerika Serikat-Cina.

Artikel Terbaru

The Fed Naikkan Suku Bunga untuk Pertama Kali dalam Beberapa Tahun

INNNEWS – Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) memutuskan menaikkan suku bunga...

Uni Eropa Tawarkan Status Anggota Asosiasi kepada Kanada

INNNEWS – Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menawarkan Kanada untuk menjadi “anggota...

Konflik Arab Saudi vs Houthi Memanas, Houthi Dituding Serang Arah

INNNEWS – Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas setelah...

Jumlah Penduduk Indonesia Resmi Tembus 288,3 Juta Jiwa

INNNEWS – Jumlah penduduk Indonesia resmi mencapai 288,3 juta jiwa per 31 Desember 2025....

artikel yang mirip

The Fed Naikkan Suku Bunga untuk Pertama Kali dalam Beberapa Tahun

INNNEWS – Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) memutuskan menaikkan suku bunga...

Uni Eropa Tawarkan Status Anggota Asosiasi kepada Kanada

INNNEWS – Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menawarkan Kanada untuk menjadi “anggota...

Konflik Arab Saudi vs Houthi Memanas, Houthi Dituding Serang Arah

INNNEWS – Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas setelah...