HomeRisetRapor Merah 100 Hari Prabowo-Gibran: Ekonomi Terpuruk, Diprediksi Kontraksi

Rapor Merah 100 Hari Prabowo-Gibran: Ekonomi Terpuruk, Diprediksi Kontraksi

Published on

spot_img

 1,672 total views

RISET – Riset & Survei terbaru dari LPEM FEB UI menunjukkan bahwa mayoritas pakar ekonomi menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk sejak pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan.

Dalam survei ini, “55% pakar menyatakan ekonomi lebih buruk dibanding tiga bulan sebelumnya,” sementara hanya satu responden yang melihat adanya perbaikan.

Lebih dari separuh responden juga memperkirakan ekonomi “akan terus melemah di periode mendatang,” dengan rata-rata skor -0.36, menunjukkan prediksi kontraksi. Inflasi saat ini relatif stabil, tetapi mayoritas pakar memperkirakan tekanan harga “akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.”

Di sektor ketenagakerjaan, “19 dari 42 pakar menilai pasar tenaga kerja semakin buruk,” dengan rata-rata skor -0.86, yang mengindikasikan semakin sulitnya masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak.

Baca juga:

Ekonomi Memburuk di Awal Pemerintahan Baru

Kondisi ini diperparah dengan iklim bisnis yang juga dinilai menurun, di mana “57% pakar menilai dunia usaha semakin lesu.”

Kebijakan Ekonomi Tidak Meyakinkan, Stabilitas Politik Memburuk

Evaluasi terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan hasil yang sangat negatif.

“Sebanyak 88% pakar menilai kebijakan fiskal tidak efektif,” dengan rata-rata skor -1.05, mencerminkan kebutuhan akan perubahan strategi.

Dari sisi politik, kondisi semakin mengkhawatirkan.

“Sebanyak 28 dari 42 pakar menilai stabilitas politik memburuk,” sementara “tidak ada satu pun responden yang melihat perbaikan.” Korupsi juga menjadi perhatian utama, dengan mayoritas pakar menilai situasi “semakin memburuk atau stagnan.”

Dalam 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, mayoritas pakar ekonomi memberikan rapor merah, dengan rata-rata skor -1.17, mencerminkan skeptisisme yang tinggi terhadap efektivitas kebijakan ekonomi mereka.

Jika situasi ini tidak segera ditangani, Indonesia berisiko menghadapi perlambatan ekonomi yang lebih dalam.

Oleh: Tim Riset Imadeo

Sumber: 

LPEM Economic Expert Survey – Semester I 2025, LPEM FEB UI.

 

 

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...