HomeHeadlineRektor UGM Dikejar Mahasiswa: Tidak Tegas ke Kebijakan Pemerintah yang Rugikan Rakyat

Rektor UGM Dikejar Mahasiswa: Tidak Tegas ke Kebijakan Pemerintah yang Rugikan Rakyat

Published on

spot_img

 1,503 total views

YOGYAKARTA – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan mosi tidak percaya terhadap Rektor UGM, Prof. Ova Emilia.

Aksi yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM tersebut dilatarbelakangi kekecewaan mahasiswa terhadap sikap rektorat yang dinilai tidak tegas dalam merespons berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat.

Pernyataan itu disampaikan secara terbuka dalam aksi yang digelar di halaman Balairung UGM sejak pertengahan Mei 2025.

Sedikitnya sembilan tuntutan disampaikan dalam aksi tersebut. Salah satu poin utama adalah desakan agar Rektor UGM menyatakan mosi tidak percaya terhadap lembaga-lembaga negara seperti eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Pada Rabu (21/5/2025), pihak rektorat menemui mahasiswa dalam dialog terbuka.

Namun, tuntutan agar kampus menyatakan sikap politik ditolak. Rektor Ova Emilia menegaskan bahwa UGM sebagai institusi akademik memilih untuk bersikap netral dan mengedepankan pendekatan ilmiah dalam menyampaikan kritik.

Penolakan tersebut memicu ketegangan. Beberapa mahasiswa tampak mengejar kendaraan rektor yang meninggalkan lokasi setelah dialog dianggap berakhir tanpa hasil.

Tak lama setelah insiden tersebut, BEM KM UGM secara resmi menyatakan mosi tidak percaya kepada Rektor UGM.

“Mosi ini akan terus kami gaungkan hingga pihak rektorat menyatakan sikap politik terhadap rezim Prabowo-Gibran atau menyampaikan posisi yang jelas berpihak pada rakyat,” tegas Presiden BEM KM UGM dalam pernyataannya, Kamis (22/5/2025).

Selain tuntutan politik, mahasiswa juga menyerukan penolakan terhadap militerisme di ruang sipil, evaluasi anggaran pendidikan, penyediaan ruang publik inklusif, dan pembenahan sistem penanganan kekerasan seksual di kampus.

 

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...