HomeGlobalSerangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran, Netanyahu: Ini Titik Balik Sejarah

Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran, Netanyahu: Ini Titik Balik Sejarah

Published on

spot_img

 1,231 total views

INN INTERNASIONAL, YERUSALEM — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pujian terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran dalam operasi yang disebut Operation Rising Line.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa keputusan Trump untuk melancarkan serangan itu akan menjadi momen bersejarah.

“Selamat, Presiden Trump. Keputusan berani Anda untuk menghantam fasilitas nuklir Iran dengan kekuatan dahsyat Amerika Serikat akan mengubah sejarah,” ujar Netanyahu.

Menurutnya, meskipun Israel telah melakukan banyak hal luar biasa dalam operasi ini, aksi Amerika Serikat-lah yang menjadi penentu. “Malam ini, Amerika telah melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan negara lain di dunia,” lanjutnya.

Netanyahu menyebut serangan tersebut sebagai langkah penting untuk mencegah Iran memiliki senjata paling berbahaya di dunia.

“Sejarah akan mencatat bahwa Presiden Trump bertindak untuk mencegah rezim paling berbahaya di dunia mendapatkan senjata paling berbahaya di dunia.”

Pernyataan Netanyahu juga menyiratkan optimisme bahwa tindakan keras ini akan membuka jalan menuju perdamaian di kawasan. “Saya dan Presiden Trump sering mengatakan, peace through strength. Kekuatan dulu, baru kemudian perdamaian,” tegasnya.

Di akhir pidato, Netanyahu menyampaikan apresiasi kepada Trump dan rakyat Amerika. “Presiden Trump, saya berterima kasih. Rakyat Israel berterima kasih. Kekuatan peradaban berterima kasih. Tuhan memberkati Amerika. Tuhan memberkati Israel. Dan semoga Tuhan memberkati aliansi yang tak tergoyahkan ini.”

Serangan ini memicu gelombang kecaman internasional, sementara Iran bersumpah akan melakukan pembalasan. Ketegangan di kawasan pun diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Sumber : Transkrips Video Konpers Netanyahu dari UN

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...