HomeTrendingSuarakan Perlawanan Masyarakat Adat, Pemuda Keerom, Papua Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’

Suarakan Perlawanan Masyarakat Adat, Pemuda Keerom, Papua Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’

Published on

spot_img

 419 total views

INNNEWS – Pemuda-Pemudi yang tergabung dalam Forum Generasi Muda Kabupaten Keerom, Papuan Voice, pemuda dan warga Kampung Yowong, menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter berjudul “Pesta Babi” pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Gereja GKI Kampung Yowong ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan sebuah bentuk solidaritas terhadap perjuangan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan.

Film “Pesta Babi” memotret realita getir yang dihadapi masyarakat adat di Papua Selatan. Dokumenter ini menyoroti bagaimana ruang hidup dan tanah leluhur mereka kini terancam oleh ekspansi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melibatkan pembukaan lahan skala besar. Judul “Pesta Babi” sendiri menjadi satir yang pedih tentang hilangnya sumber pangan, hutan keramat, dan identitas budaya.

Koordinator kegiatan menyatakan bahwa Nobar ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan membuka mata generasi muda di Keerom tentang dampak nyata investasi skala besar yang sering kali mengabaikan hak-hak masyarakat adat.
“Apa yang terjadi di Papua Selatan adalah potret masa depan kita semua jika kita tidak peduli pada tanah.

Melalui film ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa tanah adalah ibu yang memberi kehidupan, bukan sekadar komoditas untuk dieksploitasi,” ungkap salah satu perwakilan Forum Generasi Muda Keerom.
Setelah selesai, nobar dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka. Pemuda dan tokoh masyarakat Kampung Yowong saling bertukar pikiran mengenai pentingnya menjaga kedaulatan tanah adat di tengah arus pembangunan yang masif.

Mereka menegaskan bahwa pembangunan seharusnya melibatkan dan menyejahterakan pemilik hak ulayat, bukan justru meminggirkan mereka dari tanah mereka sendiri.
Melalui aksi ini, Forum Generasi Muda Kabupaten Keerom dan masyarakat Kampung Yowong mengirimkan pesan kuat kepada pemerintah dan pihak swasta agar mengevaluasi kembali setiap proyek industri yang masuk ke Tanah Papua.

Solidaritas lintas wilayah ini diharapkan mampu memperkuat barisan masyarakat adat dalam mempertahankan warisan leluhur demi keberlanjutan generasi mendatang.
Kegiatan ini menegaskan bahwa solidaritas pemuda Keerom melampaui batas wilayah demi menjaga martabat kemanusiaan. Melalui pemutaran film “Pesta Babi”, mereka mengingatkan bahwa pembangunan sejati haruslah berakar pada penghormatan terhadap hak ulayat, Papua bukan tanah kosong.

Perlawanan simbolis ini menjadi alarm bagi pemangku kebijakan agar tidak menumbalkan ruang hidup masyarakat adat demi kepentingan industri semata.

Artikel Terbaru

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...

Hujan di Tokyo Berlangsung 34 Hari Berturut-turut, Rekor Baru Sejak 1886

INNNEWS — Ibu kota Jepang mencatat rekor baru hujan berturut-turut selama 34 hari, yang...

artikel yang mirip

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...