HomeGlobalPM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

PM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

Published on

spot_img

 203 total views

INNNEWS — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan pemimpin Partai Buruh pada Senin (22 Juni 2026). Pengumuman ini disampaikan dalam pidato emosional di luar Downing Street No. 10, kurang dari dua tahun setelah Partai Buruh meraih kemenangan telak pada pemilu Juli 2024.

Starmer menyatakan akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga pemimpin baru Partai Buruh terpilih, yang diperkirakan selesai sebelum parlemen kembali bersidang pada September. Ia mengakui tekanan internal partai dan pesan dari pemilih setelah kekalahan telak di pemilu lokal baru-baru ini.

“Setiap keputusan yang saya buat dipandu oleh kepentingan negara yang saya cintai. Saya telah mendengar pesan dari partai saya,” ujar Starmer, sambil menyampaikan terima kasih kepada istrinya, Victoria, yang tampak emosional di sisinya. Ia berencana menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.

Pengunduran diri ini dipicu oleh ketidakpuasan internal, tantangan ekonomi, isu imigrasi, tagihan energi tinggi, serta skandal terkait penunjukan. Titik balik utama adalah kemenangan telak Andy Burnham di pemilu sela Makerfield pekan lalu, yang memicu seruan perubahan kepemimpinan.

Andy Burnham, Frontrunner Pengganti
Mantan Wali Kota Greater Manchester Andy Burnham (56) langsung mengonfirmasi akan mencalonkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh. Ia muncul sebagai kandidat terdepan, didukung oleh tokoh kunci seperti Wes Streeting yang mundur dari persaingan.

Jika terpilih, Burnham akan menjadi Perdana Menteri tanpa pemilu umum baru, karena Partai Buruh masih menguasai mayoritas parlemen. Proses nominasi diperkirakan dibuka segera, dengan hasil akhir sebelum reses musim panas.

Burnham, yang dijuluki “Raja Utara”, dikenal karismatik, pro-kesejahteraan, dan kuat di basis utara Inggris. Kemenangannya di Makerfield dengan 54,8% suara menunjukkan kemampuannya mengalahkan Reform UK

Dampak Politik
Pengunduran ini menandai perdana menteri ketujuh Inggris dalam sekitar satu dekade, mencerminkan ketidakstabilan politik pasca-Brexit. Reform UK dan oposisi menyerukan pemilu umum segera.

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...