HomeGlobalKonflik Iran-AS Memanas Kembali

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

Published on

spot_img

 211 total views

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap target-target di Iran, yang memicu balasan dari Teheran. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata sementara (ceasefire) dengan Iran telah “berakhir”.

Menurut US Central Command (CENTCOM), serangan AS menargetkan lebih dari 80 lokasi di Iran, termasuk sistem pertahanan udara, radar, dan puluhan kapal kecil milik Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Tindakan ini merupakan balasan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz pada Selasa (8 Juli).

Iran melalui IRGC mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap 85 target militer AS di Bahrain dan Kuwait. Sirene peringatan terdengar di kedua negara tersebut, dan Kuwait melaporkan berhasil mencegat beberapa rudal balistik dan drone.

Berbicara di sela KTT NATO di Ankara, Turki, Trump menyatakan: “Saya pikir ini sudah selesai. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka scum (sampah).”

Meski demikian, Trump mengatakan negosiasi masih bisa dilanjutkan, meskipun ia meragukan hasilnya. Ia juga mengancam serangan lebih lanjut, termasuk terhadap infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik dan pabrik desalinasi.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan AS sebagai “pelanggaran mencolok” terhadap Memorandum of Understanding (MoU) yang ditengahi Pakistan sebelumnya. Iran menegaskan akan membela kedaulatannya sesuai Pasal 51 Piagam PBB dan memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak mendukung agresi AS.

Konflik ini dikhawatirkan akan membuat harga minyak melonjak tajam kembali. Mengingat Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi seperlima pasokan minyak dunia. Konflik ini bermula dari operasi militer AS-Israel awal tahun 2026. MoU sementara sempat dicapai untuk menghentikan pertempuran dan membuka kembali Selat Hormuz, tetapi sering dilanggar kedua belah pihak.

Situasi masih sangat dinamis. Berbagai pihak internasional, termasuk PBB, mendesak agar kedua pihak kembali ke meja perundingan untuk mencegah perang skala penuh yang bisa berdampak luas di Timur Tengah.

Artikel Terbaru

Isu Pemblokiran Rekening Donasi AMPB Jelang Demo 27 Agustus di DPR

INNNEWS – Rekening bank milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok,...

AMPB Siapkan Demo di Depan DPR RI 27 Agustus, Desak Sahkan RUU Perampasan Aset dan Hukum Mati Koruptor

INNNEWS – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) merencanakan aksi unjuk rasa besar di depan...

Robot Humanoid China Pecahkan Rekor Lari 100 Meter Usain Bolt, Catat Waktu 9,39 Detik

INNNEWS– Sebuah robot humanoid asal China berhasil memecahkan rekor dunia lari 100 meter yang...

Demo Mahasiswa di Dekat Bundaran HI Usai Damai, Rencana Aksi Lebih Besar Disiapkan

INNNEWS – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan...

artikel yang mirip

Isu Pemblokiran Rekening Donasi AMPB Jelang Demo 27 Agustus di DPR

INNNEWS – Rekening bank milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok,...

AMPB Siapkan Demo di Depan DPR RI 27 Agustus, Desak Sahkan RUU Perampasan Aset dan Hukum Mati Koruptor

INNNEWS – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) merencanakan aksi unjuk rasa besar di depan...

Robot Humanoid China Pecahkan Rekor Lari 100 Meter Usain Bolt, Catat Waktu 9,39 Detik

INNNEWS– Sebuah robot humanoid asal China berhasil memecahkan rekor dunia lari 100 meter yang...