24 total views
INNNEWS– Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 288,3 juta jiwa. Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 per 31 Desember 2025, total penduduk Indonesia tercatat sebanyak 288.315.089 jiwa.
Angka tersebut meningkat 1.621.396 jiwa dibandingkan data semester sebelumnya. Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan rilis data tersebut di Jakarta.
“Sudah 288.315.089 jiwa. Di mana laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuannya,” ujar Teguh saat merilis data kependudukan.
Rinciannya, jumlah penduduk laki-laki mencapai 145.498.092 jiwa, sementara penduduk perempuan sebanyak 142.816.997 jiwa. Rasio jenis kelamin tersebut masih berada dalam batas normal secara demografi.
Sebaran penduduk Indonesia masih sangat terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sekitar 55,55–55,81 persen penduduk nasional bermukim di pulau tersebut. Posisi kedua ditempati Pulau Sumatera dengan proporsi sekitar 21,8–21,88 persen, sedangkan wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua memiliki porsi lebih kecil.
Dari sisi administrasi kependudukan, jumlah wajib KTP elektronik mencapai sekitar 211,8 juta jiwa. Capaian perekaman biometrik sudah mencapai 97,47 persen atau setara 206,4 juta jiwa. Sementara itu, penduduk usia produktif (15–64 tahun) mendominasi dengan 199.026.595 jiwa atau 69,03 persen dari total populasi.
Teguh menekankan bahwa data kependudukan yang semakin akurat dan bersih menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan dan kebijakan publik di berbagai sektor.
Data ini dikelola secara terpusat melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan terus diperbarui secara berkala untuk memastikan keakuratan informasi demografi nasional.


