HomeHeadlineTrump Capai Mimpi Lama: Kontrol Greenland

Trump Capai Mimpi Lama: Kontrol Greenland

Published on

spot_img

 17 total views

INNNEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi meraih salah satu ambisi geopolitiknya yang paling lama. Hari ini, Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland menandatangani perjanjian keamanan bersejarah di sela-sela Sidang Umum PBB. Kesepakatan ini memberi Washington hak permanen untuk mengontrol keamanan di Greenland, pulau terbesar di dunia yang terletak di kawasan Arktik.

Dengan perjanjian baru ini, AS memperoleh wewenang untuk memperluas kehadiran militernya tanpa harus meminta persetujuan terpisah dari Denmark atau Greenland setiap kali. Selain Pituffik Space Base yang sudah beroperasi di utara, AS akan mengembangkan dua lokasi baru: Narsarsuaq di selatan dan Mestersvig di pesisir timur. Kedua lokasi tersebut sebelumnya pernah digunakan pada era Perang Dingin.

Perjanjian ini juga secara tegas melarang negara non-NATO, khususnya China dan Rusia, untuk mendirikan pangkalan militer, menempatkan pasukan, atau melakukan investasi sensitif di Greenland. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat posisi NATO di kawasan Arktik yang semakin strategis seiring mencairnya es kutub dan munculnya jalur pelayaran baru.

Meski Trump menyebut kesepakatan ini sebagai “kontrol permanen atas keamanan dan kebutuhan lainnya di Greenland”, Denmark menekankan bahwa kedaulatan Kerajaan Denmark dan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland tetap dihormati. Tidak ada transfer wilayah atau kepemilikan sumber daya mineral kepada Amerika Serikat.

Greenland memiliki cadangan mineral kritis, termasuk rare earth, yang selama ini menjadi perhatian global. Namun, para ahli mengingatkan bahwa tantangan ekonomi, infrastruktur, dan lingkungan masih sangat besar sehingga produksi dalam skala besar belum dijamin.

Analis menilai perjanjian ini menandai berakhirnya ketegangan diplomatik yang sempat mengancam hubungan transatlantik. Bagi AS, ini adalah kemenangan strategis. Bagi Denmark dan Greenland, ini adalah cara mempertahankan kedaulatan sambil mengakomodasi kepentingan keamanan sekutu terpenting mereka.

Artikel Terbaru

Houthi Serang Riyadh dengan Rudal dan Drone

INNNEWS — Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan berskala besar menggunakan...

Xi Jinping akan Kunjungi AS 23-25 September Bertemu Trump

INNNEWS — Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23–25...

Partai Kanselir Merz Kalah Besar di Pemilu Negara Bagian Jerman

INNNEWS — Partai Uni Kristen Demokrat (CDU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz mengalami kekalahan telak...

Sidang Perdana Gugatan Ijazah Gibran di MK

INNNEWS — Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

artikel yang mirip

Houthi Serang Riyadh dengan Rudal dan Drone

INNNEWS — Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan berskala besar menggunakan...

Xi Jinping akan Kunjungi AS 23-25 September Bertemu Trump

INNNEWS — Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23–25...

Partai Kanselir Merz Kalah Besar di Pemilu Negara Bagian Jerman

INNNEWS — Partai Uni Kristen Demokrat (CDU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz mengalami kekalahan telak...