HomeTrendingTrump Unggah Peta Selat Hormuz Sebagai “Wilayah Baru AS”, Iran Geram

Trump Unggah Peta Selat Hormuz Sebagai “Wilayah Baru AS”, Iran Geram

Published on

spot_img

 36 total views

INNNEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi internasional setelah mengunggah peta yang menyebut Selat Hormuz sebagai “wilayah baru AS” di akun Truth Social miliknya, Rabu (19/8/2026).

Trump menyertakan peta kawasan strategis itu dengan label “New US Territory” sambil menegaskan ancamannya terkait kedaulatan atas jalur perairan vital tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia, di mana sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan ini setiap hari.

Reaksi Iran datang cepat dan keras. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengecam pernyataan Trump dan menyebutnya sebagai “khayalan”.
“Sama seperti Trump yang menyebut Teluk Persia dengan nama yang tepat, khayalannya tentang Selat Hormuz akan segera dihilangkan, atau kami yang akan meluruskan orang delusional ini,”

Pernyataan Trump ini muncul di tengah ketegangan yang masih tinggi antara Washington dan Teheran terkait blokade laut, sanksi ekonomi, serta status Selat Hormuz. Sebelumnya, kedua negara sempat terlibat ketegangan militer yang membuat jalur pelayaran di kawasan tersebut sempat terganggu.

Analis geopolitik menilai unggahan Trump lebih bersifat retorika politik dalam negeri AS ketimbang langkah hukum internasional yang serius. Menurut hukum laut internasional (UNCLOS), Selat Hormuz merupakan perairan internasional yang dilindungi hak lintas damai.

 

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...