25 total views
INNNEWS – Sebuah kapal kargo berbendera Panama, MV Ocean Winner, tenggelam di Teluk Benggala sekitar 230–240 mil laut lepas pantai Paradip, Odisha, India, pada Sabtu (22/8/2026). Dari total 24 anak buah kapal (ABK), dua orang berhasil diselamatkan, sementara 22 lainnya masih hilang dan menjadi target operasi pencarian dan penyelamatan intensif.
Kapal tersebut membawa lebih dari 72.000 ton bijih besi (iron ore fines) yang dimuat di Pelabuhan Paradip. MV Ocean Winner berangkat dari pelabuhan tersebut pada 20 atau 21 Agustus 2026 dan sedang dalam perjalanan menuju China dengan singgah di Singapura.
Komposisi ABK dan Proses Penyelamatan
Awak kapal terdiri dari 20 warga negara China, tiga warga Myanmar, dan satu warga Bangladesh. Dua ABK yang berhasil diselamatkan—keduanya warga China—ditemukan di atas life raft oleh kapal komersial MT Aisopos yang sedang beroperasi di sekitar lokasi kejadian.
Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) di Sri Vijaya Puram (sebelumnya Port Blair) mengaktifkan respons pencarian setelah komunikasi dengan kapal hilang. Indian Coast Guard mengerahkan kapal Varad, Anmol, dan Vijit, sementara Indian Navy mengerahkan pesawat pengintai P-8I untuk mendukung operasi.
Kondisi Laut dan Upaya Lanjutan
Kondisi laut yang bergelombang di Teluk Benggala sempat menghambat operasi pencarian. Menteri Perhubungan dan Perairan India, Sarbananda Sonowal, menyatakan keprihatinan mendalam dan memastikan seluruh instansi terkait terus berkoordinasi dalam upaya pencarian.
“Dua penyintas berhasil diselamatkan dan sedang mendapat perawatan medis. Saya mendoakan keselamatan ABK yang masih hilang,” tulis Sonowal di media sosial.
Hingga Senin (24/8/2026), operasi pencarian masih berlangsung. Penyebab pasti tenggelamnya kapal belum diketahui secara resmi. Beberapa laporan menyebutkan kapal mengalami kemiringan (list) sebelum tenggelam dalam waktu relatif singkat.
MV Ocean Winner merupakan kapal bulk carrier berukuran sekitar 225 meter yang dibangun pada 1998 dengan kapasitas deadweight sekitar 72.928 ton. Insiden ini menjadi perhatian internasional mengingat jumlah ABK yang masih hilang dan posisi kejadian di jalur pelayaran padat Teluk Benggala.


