23 total views
INNNEWS – Aktivitas gempa susulan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung hingga hari ini, Rabu (26/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 7.492 gempa susulan hingga pukul 05.00 WIB pagi ini, menyusul gempa utama magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat 6,2 dan terkecil 1,0. Sebanyak 33 kejadian memiliki magnitudo di atas 5, sementara 143 di antaranya dirasakan masyarakat. BMKG memastikan pola peluruhan sudah mulai terlihat, namun aktivitas susulan diperkirakan masih berlangsung hingga 3–4 minggu ke depan.
Data Korban Terkini
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang masih berlaku per hari ini, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M 7,7 tetap 103 jiwa. Rinciannya:
- Kabupaten Manggarai: 41 orang
- Manggarai Timur: 34 orang
- Nagekeo: 13 orang
- Sikka: 6 orang
- Ngada: 5 orang
- Ende: 3 orang
- Manggarai Barat: 1 orang
Korban luka-luka mencapai 1.666 orang. Sementara itu, warga yang masih mengungsi tercatat 185.131 jiwa (baik di posko terpusat maupun mandiri), dengan penambahan sekitar 4.800 orang dalam beberapa hari terakhir akibat ketakutan terhadap gempa susulan yang terus terjadi.
Penanganan Pascabencana Berjalan Intensif
Pemerintah terus mempercepat penanganan di tujuh kabupaten terdampak. Status tanggap darurat Provinsi NTT masih berlaku hingga 28 Agustus 2026. Posko nasional di Labuan Bajo dan posko taktis di Maumere tetap beroperasi untuk mengoordinasikan distribusi logistik, layanan kesehatan, dan pemulihan infrastruktur dasar.
BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus menyalurkan bantuan sembako, tenda, obat-obatan, serta kebutuhan air bersih. Pemulihan dokumen kependudukan juga digencarkan melalui layanan “jemput bola” Ditjen Dukcapil di tujuh kabupaten.
Kepala BNPB menekankan pentingnya penanganan yang cepat, tepat sasaran, dan berbasis data. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan hanya merujuk informasi resmi dari BMKG serta BNPB.
Pemerintah pusat dan daerah terus memantau perkembangan situasi. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan serta infrastruktur akan dipercepat setelah fase darurat berakhir, dengan fokus pada bangunan yang lebih tahan gempa.


