HomeGlobalHouthi Serang Riyadh dengan Rudal dan Drone

Houthi Serang Riyadh dengan Rudal dan Drone

Published on

spot_img

 28 total views

INNNEWS — Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan berskala besar menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh, serta fasilitas minyak Aramco di kota pesisir Yanbu, Sabtu (19/9/2026). Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang kembali memanas antara Houthi dan Arab Saudi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan dalam pernyataan resmi bahwa kelompoknya melakukan “dua operasi militer sukses” dengan “sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan drone”. Operasi pertama menargetkan “lokasi-lokasi sensitif” di Riyadh, sementara operasi kedua menyasar fasilitas perusahaan minyak nasional Saudi Aramco di Yanbu, terminal penting di Laut Merah.

Respons Saudi

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan satu rudal balistik yang diluncurkan Houthi menuju Riyadh pada dini hari Sabtu. Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, menyatakan bahwa serangan lain yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu juga berhasil digagalkan.

Warga Riyadh melaporkan mendengar ledakan keras dan melihat asap hitam mengepul di dekat Bandara Internasional King Khalid. Petugas pemadam kebakaran terlihat berusaha memadamkan api di tangki bahan bakar berlogo Aramco di dekat bandara. Penerbangan di bandara tersebut sempat terganggu dengan penundaan dan pembatalan. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.

Peringatan serangan udara dibunyikan di Riyadh, menjadi yang pertama kali sejak konflik dengan Houthi kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Latar Belakang Eskalasi

Houthi menyatakan serangan tersebut sebagai pembalasan atas apa yang mereka sebut upaya Saudi menargetkan ibu kota Yaman, Sanaa. Konflik antara kedua pihak kembali meningkat sejak Juli 2026, setelah serangan terhadap bandara di Sanaa yang menyebabkan ketegangan memuncak.

Serangan ke Riyadh ini menjadi yang pertama dalam beberapa bulan terakhir yang langsung menyasar ibu kota Saudi, menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi dan stabilitas regional. Analisis menyebut serangan ini sebagai tanda bahwa Houthi semakin menentukan tempo dan tingkat eskalasi konflik.

Arab Saudi dan koalisi menegaskan hak untuk mengambil tindakan yang sesuai guna menahan Houthi sesuai hukum humaniter internasional. Sementara itu, ketegangan di wilayah tersebut terus menjadi perhatian dunia karena potensinya mengganggu pasokan energi global.

Artikel Terbaru

Xi Jinping akan Kunjungi AS 23-25 September Bertemu Trump

INNNEWS — Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23–25...

Partai Kanselir Merz Kalah Besar di Pemilu Negara Bagian Jerman

INNNEWS — Partai Uni Kristen Demokrat (CDU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz mengalami kekalahan telak...

Sidang Perdana Gugatan Ijazah Gibran di MK

INNNEWS — Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, 14 Orang Ditangkap

INNNEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang...

artikel yang mirip

Xi Jinping akan Kunjungi AS 23-25 September Bertemu Trump

INNNEWS — Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23–25...

Partai Kanselir Merz Kalah Besar di Pemilu Negara Bagian Jerman

INNNEWS — Partai Uni Kristen Demokrat (CDU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz mengalami kekalahan telak...

Sidang Perdana Gugatan Ijazah Gibran di MK

INNNEWS — Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...