91 total views
INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area jalan Masjid Sheikh Zayed pada Senin, 28 September 2026. Aksi tersebut merupakan respons terhadap Surat Keputusan (SK) Dinas Perhubungan yang menetapkan area jalan di sekitar masjid steril dari parkir kendaraan pengunjung wisatawan.
Pihak terkait menawarkan alternatif dengan menggabungkan lahan parkir ke sisi barat masjid (terowongan). Namun, solusi ini dinilai warga paguyuban tidak menguntungkan dan tidak mempertimbangkan keberadaan sistem pengelolaan yang sudah berjalan baik.
Ketua Paguyuban RW13, Bp. Lanyono, menegaskan bahwa paguyuban bukan organisasi masyarakat (ormas) yang semata-mata mencari keuntungan. “Di dalamnya banyak kegiatan positif pemberdayaan masyarakat lingkungan setempat,” ujarnya. Kegiatan tersebut antara lain pembangunan/renovasi gedung PAUD/TK, pembentukan kelompok SABER untuk menjaga kebersihan lingkungan, pemberian beasiswa, program Jumat Berkah berupa pembagian sembako kepada warga, serta pembangunan pusat pos informasi dengan pemantauan 14 CCTV yang tersebar di area RW13.
Paguyuban juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kampung dan, yang paling penting, membantu mengurangi pengangguran. Sekitar 50 anggota aktif bekerja sebagai tukang parkir. Semua laporan keuangan tercatat rapi dalam pembukuan dan siap dipertanggungjawabkan. Pengelolaan dilakukan secara sukarela dan gotong royong, dengan melibatkan peran aktif Karang Taruna sehingga ekosistem warga setempat berkembang secara organik.
Ketua Karang Taruna, Sdr. Erludu, menyayangkan keputusan pemerintah kota yang dianggap sepihak. “Pemerintah kota harus melihat sisi lain dari kegiatan paguyuban ini. Tidak menampik ada satu-dua kesalahan yang pernah viral, tapi itu menjadi pembelajaran. Kami sudah berbenah dan mengikuti aturan yang ada,” katanya.
Bp. Lanyono menekankan dampak sosial yang lebih luas. “Jika area ini ditutup, apakah masyarakat sekitar hanya menjadi penonton di lingkungan wisata Solo? Yang terpenting, bagaimana nasib para pekerja parkir yang menggantungkan hidupnya di situ, terutama usia manula?”
Paguyuban Warga RW13 berharap pemerintah kota membuka ruang musyawarah agar solusi yang diambil tetap memperhatikan keberlanjutan ekonomi warga lokal sekaligus kenyamanan wisatawan Masjid Sheikh Zayed.


